Tradisi Sunatan Manten Desa Indrokilo

0 44

Sunat Manten adalah tradisi masyarakat Desa Indrokilo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, sebelum menyunatkan anak laki-laki, biasanya anak ini menaiki kuda yang dihiasi dan di arak dengan tetabuhan, biasanya drum band atau terbangan yang diarak keliling desa pada waktu malam hari. Tradisi ini menurut warga desa Indrokilo merupakan warisan turu temurun dari nenek moyang mereka yang tidak di ketahui kapan itu pertama kali diadakan. Tapi seiring dengan jaman yang lebih modern tradisi ini sekarang jarang sekali terlihat. Penyebabnya adalah selain biaya yang tinggi menurut ukuran ekonomi warga desa, hanya keluarga yang mampu yang kadang-kadang masih melakukan hal tersebut.

Sunat manten ini biasanya di lakukan malam hari ditengah desa sebagai sentral acara. Masyarakat desa berduyun-duyun datang dan biasanya membawa obor api dari bambu yang sudah mereka siapkan dari rumah. Sebelum acara di mulai biasanya pemuka agama mengatur jalannya acara ini. Paling depan para pemuda desa yang membawa oncor (obor api dari bambu) yang diikuti pemuda lain yang membawa pencor dari bambu yang dihiasi hiasan seperti tradisi betawi. Sebelum acara sunat manten ini di mulai di awali dengan doa untuk minta keselamatan dan kesehatan bagi yang mau di sunat. Acara sunat manten ini sangat di minati oleh masyarakat Indrokilo.

Arak-arakan di mulai dengan mengelilingi desa tersebut dengan iringan masyarakat yang diselingi dengan permainan drumband/terbangan yang biasanya di datangkan dari tempat lain. Acara ini sangat meriah sekali. Di tengah tengah perjalanan biasanya pemuda-pemuda desa menyelingi dengan menyemburkan api dari mulut mereka. Sampai pada batas desa arak-arakan ini berkumpul memanjatkan doa untuk keselamatan desa mereka dan minta hasil panen pertanian mereka supaya melimpah. Setelah doa selesai, arak-arak ini kembali ke tengah desa lagi dan langsung menuju ke rumah anak yang mau disunat. Sampai di depan rumah anak ini di sambut oleh kedua orang tuanya, dengan harapan supaya menjadi lebih besar dan berguna bagi keluarga dan lingkungannya.

Setelah diarak malam hari baru paginya anak ini di bawa ke dukun sunat/dokter sunat. Acara sunat manten ini memberikan kita gambaran tentang makna supaya kita selalu ingat terhadap Yang Maha Kuasa akan limpahan berkah dan karunianya. Bilamana ingin meliput acara ini, siapkan kamera dengan settingan iso yang agak tinggi, dan speed di atas 50 s serta pakailah lensa dengan bukaan yang lebar kalau bisa f1.4 atau f2.8 (minimal) lebih dari itu pasti akan susah mendapatkan moment. Lebih baik menggunakan lensa yang wide karena dapat mencakup acara ini dengan lebih luas dan lebar, terlebih lokasi acara ini sangat low light. Masalah mode kamera tergantung fotografernya, artinya anda paling nyaman di mana pakailah itu. Jangan terlalu dipaksakan untuk meliput dengan satu mode.

Source https://myimage.id https://myimage.id/sunat-manten-tradisi-masyarakat-yang-hampir-punah/
Comments
Loading...