Tradisi Selawat Dalam Gua di Bantul

0 229

Tradisi Selawat Dalam Gua di Bantul

Berselawat bagi Warga Dusun Kebonsungu II, Desa Dlingo, Bantul barangkali telah menjadi bagian dari kehidupan. Namun yang tak biasa, selawat dilantunkan di dalam rongga gua dengan bahasa Arab dan Bahasa Jawa.  Gua bernama Jalakan ini terletak di Dusun Jolok, Desa Dlingo, Bantul.

Tradisi selawat di dalam gua diyakini warga sudah ada sejak 300 tahun lalu ini diperkenalkan oleh penyiar agama Islam di Dlingo. Ki Ageng Giring, yang diyakini warga setempat merupakan pembawa ajaran Islam di Dlingo. Warga meyakini Ki Ageng Giring adalah tokoh yang membabat alas di wilayah tersebut, dan kemudian dia mensyiarkan ajaran Islam di dalam gua. Menurut Ketua RT 02 Kebosungu II, Ahmad Zabidi “Kesenian selawat ini sudah cukup tua, dan sampai sekarang masih terus dilestarika”.

Dengan keunikan dan nilai historisitas yang dimiliki, Zabidi yakin kesenian selawat Jawa di dalam gua bakal jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun saat ini belum banyak wisatawan melirik, apalagi memang wisatawan jenis ini masuk kategori minat khusus.

“Kalau ada pengunjung (wisatawan), biasanya warga langsung ngajak (mereka) lihat selawat ini,” ungkapnya.

Seorang tokoh Desa Dlingo, Habib menambahkan jika tradisi selawat di dalam Gua Jalakan dilakukan rutin sekali dalam 35 hari, dengan waktunya tiap Minggu Kliwon. Selain waktu tersebut, biasanya di hari-hari besar Islam, seperti Idul Fitri dan Idul Adha, warga setempat juga memainkan selawat Jawa dalam gua, diiringi lantunan musik dari alat pukul rebana.

Lanjut Habib, tidak semua warga bisa bermain rebana dan berselawat di dalam Gua Jalakan. Hanya warga setempat yang berusia lebih dari 40 tahun aktif melestarikan tradisi unik ini. Dalam sekali selawat, mereka bisa menghabiskan waktu tujuh jam lebih atau semalam suntuk. Dengan menghabiskan bacaan selawat kitab tuladha.

Sebelum berselawat, warga yang biasanya berjumlah antara 10 sampai 20 orang mempersiapkan terlebih dahulu rebana mereka. Selain rebana, ada pula peralatan musik lain seperti gong, kempul, kempyang, dan dodok. Sejumlah alat musik yang dimainkan warga itu tidak semuanya peralatan baru, di antaranya kedapatan sudah berumur.

Source Tradisi Selawat Dalam Gua di Bantul Detiknews
Comments
Loading...