Tradisi Selapanan Bayi di Jawa

0 731

Tradisi Selapanan Bayi Di Jawa

Tradisi Selapanan, merupakan salah satu tradisi tentang bayi di Jawa. Tradisi ini biasa di lakukan pada waktu sang bayi berusia 35 hari, bagi yang sudah dewasa di lengkapi dengan bumbu gudangan tidak pedas, tidak menggunakan jajan pasar, dan kacang tanah serta ketela.

Pada tradisi ini sering di lakukan slametan/bancakan. Bancakan ini dihaturkan untuk keselamatan si bayi, memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan kepada yang momong“,  dan di tujukan pula kepada  para leluhur yang menurunkan agar selalu membimbing dan mengasuh.

Bancakan hendaknya dimakan sebanyak minimal 7 orang, bila semakin banyak akan lebih baik lagi misalnya 11 orang atau 17 orang. Jumlah 7 artinya pitu, yakni agar mendapatkan pitulungan atau pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa. Jumlah 11 artinya sewelas, yakni agar mendapatkan kawelasan atau belas kasih Tuhan Yang Maha Esa. Jumlah 17 artinya pitulas, yakni agar mendapatkan pitulungan dan kawelasan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun selamatan menggunakan ubo rampe atau syarat-syarat perlengkapannya yang terdiri sebagai berikut:

  1. Tumpeng weton.
  2. Sayur 7 macam bebas memilih apa saja namun harus ada kangkung dan kacang panjangnya. Semua sayur direbus, dan boleh dipotong-potong Kecuali  ; kangkung dan kacang panjang.
  3. Cabai, bawang merah.
  4. Kembang atau bunga setamanan (mawar putih dan merah, kanthil, melati, kenanga).
  5. Bumbu gudangan/ura, bahannya ; kelapa agak muda (kemelas) diparut disertai bumbu-bumbu; sereh, daun jeruk purut, tumbar, salam, laos, gula jawa, garam, bawang merah (agak banyak), bawang putih (sedikit).Kalo/saringan santan dari bambu (lihat dalam gambar).
  6. Telor ayam direbus sebanyak 7 atau 11 atau 17 butir. Dikupas kulitnya, lalu disajikan utuh atau dibelah dua atau empat.
  7. Bubur 7 rupa ; bahan dasar bubur putih atau gurih (santan dan garam) dan bubur merah atau bubur manis (ditambah gula jawa dan garam secukupnya).
  8. Buah-buahan sebanyak 7 macam ; harus dengan pisang raja.
Source Tradisi Selapanan Bayi Di Jawa sabdalangit's web
Comments
Loading...