Tradisi Selamatan Jangan Gandul Warga Lereng Gunung Slamet

0 215

Tradisi Selamatan Jangan Gandul Warga Lereng Gunung Slamet

Kemarin warga Desa Limpakuwus Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar salat istighosah serta membuat “ketupat selamat”. Tradisi ini dilakukan untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha kuasa, lantaran banyak warga khawatir dengan aktivitas Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir.

Dalam tradisi yang digelar di Masjid Al Hikmah, Desa Limpakuwus, Kamis (11/9) malam, warga berkumpul untuk menjalankan ritual tersebut. Pemuka agama desa setempat, Kiai Sukri Ahmad Muhajir menjelaskan doa istighosah ini merupakan salah satu cara pendekatan keagamaan dan keyakinan dari warga.

Langkah ini dilakukan agar warga senantiasa diberikan keselamatan oleh Allah dan juga menjadi media untuk tetap tenang dan tidak panik. Selain itu, juga meningkatkan kewaspadaan. Ketupat selamat sendiri merupakan salah satu ritual yang dilakukan dengan cara menggantungkan ketupat berisi selembar daun salam di langit pintu masing-masing rumah warga.

Selain ketupat selamat, ritual tumpengan atau selamatan juga dilakukan. Dalam tumpeng tersebut berisi “jangan gandul” atau sayur pepaya, urap, ingkung ayam. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, jangan gandul dibuat agar lahar gunung Slamet tidak sampai jatuh ke pemukiman. Tetap nggandul (menggantung) tidak jatuh di pemukiman tetapi hanya di sekitar kawah, sehingga tidak mencelakai warga.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/peristiwa/ritual-ritual-ini-dilakukan-untuk-menjinakkan-gunung/selamatan-jangan-gandul-warga-lereng-gunung-slamet.html
Comments
Loading...