Tradisi Sedekah Laut Longkangan Trenggalek

0 68

Tradisi Sedekah Laut Longkangan Trenggalek

Longkangan merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan di Kecamatan Munjungan Kabupaten trenggalek. Upacara adat ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut.

Tradisi ini juga berfungsi peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara Puthut yang konon oleh Ratu Pantai Selatan dipercaya menguasai kawasan Pantai Ngampiran, Blado, Sumbreng, dan Ngadipuro Munjungan.

Adat Longkangan ini rutin diperingati di Pantai Blado yang terletak di desa Munjungan kecamatan Munjungan. Pantai ini terletak di 49 km arah Selatan dari kota Trenggalek, sekitar 230 km dari Surabaya.

Waktu pelaksanaan sedekah laut Longkangan ini dilakukan tiap Selo penanggalan Jawa, tepatnya pada hari Jumat Kliwon. Upacara adat ini biasa dilakukan pada siang hari menjelang sore.

Dengan diawali kirab Tumpeng Agung dari Pendopo Kecamatan Munjungan sampai di Pantai Blado yang dipimpin langsung oleh Camat Munjungan dan semua Kepala Desa se Kecamatan Munjungan.

Kirab ini diiringi oleh dayang-dayang serta rombongan jaranan yang berpakaian adat Jawa. Sesampainya di Pantai Blado prosesi Longkangan dimulai. Seperti Labuh larung sembonyo, dalam tradisi longkangan ini juga wajib ada kesenian tayub untuk pelengkap prosesi ini.

Dipastikan setiap Longkangan ini digelar, masyarakat Munjungan dan sekitarnya maupun wisatawan selalu berduyung-duyung menyaksikan upacara adat ini.

Baik di sepanjang jalan yang dilewati rombongan kirab maupun dilokasi upacara adat ini. Sebagai puncak acara adat longkangan ini dilakukannya prosesi menghanyutkan Tumpeng Agung di tengah lautan Pantai Blado.

Tahun 2016 ini tradisi longkangan ini diselenggarakan pada Hari Jum’at Kliwon 2 September 2016 lalu di Pantai Blado.

Wakil Bupati Trenggalek H Moch Nur Arifin nampak hadir dalam Longkangan. Kehadiran Wakil Bupati Trenggalek ini didampingi istri Novita Hardini, Forkopimda dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek.

Dikonfirmasi mengenai Longkangan ini Wakil Bupati Trenggalek menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan bahwasannya di Trenggalek utamanya di masing-masing daerah mempunyai sejarah yang akrab dengan ritual-ritual suci. Salah satunya Longkangan ini.

“Yang jelas acara seperti ini perlu kita lestarikan, pasalnya Trenggalek ada karena memang sejarahnya seperti ini. Ini merupakan bentuk perwujudan rasa syukur masyarakat, saya harap Allah berkenan memberikan keselamatan dan kemakmuran khususnya Munjungan dan Kabupaten Trenggalek,” pungkas Wabup.

Source http://www.timurjawa.com http://www.timurjawa.com/2016/11/15/tradisi-sedekah-laut-longkangan-trenggalek/
Comments
Loading...