budayajawa.id

Tradisi Sedekah Laut Cilacap

0 59

Tradisi Sedekah Laut Cilacap

Tradisi sedekah laut berlangsung sejak zaman pemerintahan Bupati Cilacap ke III R.Tumenggung Tjakrawerdaya  yang memerintahkan kepada sesepuh nelayan Pandanarang bernama Ki Arsa Menawi untuk melarung sesaji kelaut selatan pada Jumat Kliwon bulan Syura tahun 1875 dan sejak tahun 1983 diangkat sebagai atraksi wisata. Prosesi ritual sedekah laut dilakukan sesuai urutan (pakemnya) yang diawali dengan pergelaran sendratari di pendopo Wijaya Kusuma Sakti yang menggambarkan perintah pelarungan sesaji ke laut selatan.

Dalam pakemnya dikisahkan bahwa R.Tumenggung Tjakrawerdaya  yang diperankan oleh Bupati Cilacap H.Tatto Suwarto Pamuji memanggil sesepuh nelayan cilacap dan memerintahkan kepada para nelayan cilacap setiap bulan syura agar mengadakan sedekah laut dengan melarung jolen yang berisi Kepala Kerbau, Tumpeng  golong dan aneka jajanan pasar ke segara kidul. Jumlah jolen yang dilarung sebanyak sembilan buah, yakni satu jolen dari pemkab Cilacap dan delapan jolen dari rukun nelayan termasuk rukun nelayan dari Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.

Sesaji yang telah ditempatkan dalam jolen tersebut akan dikirab menuju pantai teluk penyu guna dilarung ke pantai pulau majeti yang berada di selatan pulau Nusakambangan Cilacap. Dengan menggunakan kereta kencana, Bupati Cilacap H Tatto Suwarto Pamuji beserta istri mengikuti kirab  hingga ke pantai teluk penyu diiringi oleh para nelayan sambil menampilkan berbagai kesenian tradisional.

Arak-arakan pelarungan jolen  diikuti juga oleh seluruh punggawa kadipaten serta beberapa Abdi Dalam. Beberapa anggota muspida dan petinggi di lingkungan pemkab Cilacap juga menemaninya dengan menunggangi kereta kuda dengan mengenakan baju khas nelayan, hitam-hitam dengan ikat sarung dipinggang serta ikat kepala khas Jawa. Ribuan masyarakat membanjiri prosesi sedekah laut dari Pendapa Kabupaten, Alun-alun sampai ke Pantai Teluk Penyu sebagai tempat pelarungan Jolen Tunggul.

Puluhan perahu nelayan mengikuti pelarungan jolen hingga ke tengah laut, selanjutnya para nelayan beramai-ramai mengambil air laut ditempat jolen tersebut dilarung guna memandikan dan membersihkan kapalnya dengan air tersebut.

Usai melarung jolen, diadakan pula ragam pertunjukan kesenian tradisional di tiap-tiap TPI, antara lain pertunjukan wayang kulit, kesenian Barongsai, kuda lumping, panjat pinang, lengger serta beberapa pertunjukan lainnya. Kegitan sedekah laut tersebut pada dasarnya sebagai ungkapan rasa sukur pada Tuhan YME dari para nelayan Cilacap  karena telah diberinya limpahan rezeki serta usaha pelestarian warisan budaya Cilacap untuk promosi wisata.

Source http://www.djpt.kkp.go.id http://www.djpt.kkp.go.id/read/tradisi-sedekah-laut-di-cilacap
Comments
Loading...