Tradisi Sedekah Bumi Bakaran Wetan Membuka Memori Asal Usul Nama Desa Bakaran Juwana Pati

0 378

Tradisi Sedekah Bumi Bakaran Wetan Membuka Memori Asal Usul Nama Desa Bakaran Juwana Pati

Sedekah bumi Bakaran Wetan Juwana meriah. Tua muda, pria wanita dengan berbagai kostum dan tema turut memeriahkan salah satu agendanya yakni kirab budaya. Mereka berbaris rapi bersama dengan Pak Lurah Bakaran Wetan yang sore itu menggunakan beskap lengkap dengan blangkonnya. Desa Bakaran Wetan ini memiliki sejarah yang cukup lama.

Bahkan semenjak Kerajaan Majapahit. Kisahnya bermula ketika Nyai Sabirah dan kakaknya Ki Dukut yang melarikan  diri dari majapahit saat penyerangan pasukan Demak Bintoro dibawah Radeh Patah. Saat pelarian tibalah Ki Dukut dan Nyai Sabirah di sebuah tempat yang cocok untuk tempat tingggal dan bercocok tanam, mereka lalu bekerja sama membuka lahan hutan itu (Babat alas). Karena tau Nyai Sabirah seorang wanita dan pastinya cuma bisa membuka lahan sedikit, Nyai Sabirah mengumpulkan pohon dan ranting lalu dibakar.  Abu sisa pembakaran tertiup angin. Tanah yang abu yang bertebaran itu adalah nantinya yang jadi wilayahnya Nyai Sabirah, Lalu dinamakan Desa Bakaran.

Nyai Sabirah memiliki keponakan bernama Soponyono. Dia adalah Anak dari Ki Bicak. Dalam hatinya dia berkata “Ya siapa mengira (Sopo Nyono) aku bisa bertemu dengan keponakanku sendiri di hari tuaku”. Maka anak laki-laki Ki Bicak Di namakan Soponyono. Nyai Ageng Bakaran, Ki Dhukut sangat sayang dengan keponakannya. Soponyono disuruh tinggal bersama Ki Dhukut atau Nyai Ageng Bakaran. Soponyono memilih tinggal bersama dengan Bibinya Nyai Ageng Bakaran. Soponyono berlatih mendalang dengan tekun akhirnya dia menjadi Dalang terkenal di Bakaran, yang selalu mementaskan wayangnya dengan gamelan berbunyi sendiri. Banyak orang menyebutnya Dhalang Soponyono.

Source https://www.wartaphoto.net https://www.wartaphoto.net/membuka-memori-asal-usul-nama-bakaran-dari-desa-sentra-batik/
Comments
Loading...