Tradisi Sangkretan di Kota Budaya

0 59

Sangkretan atau Mider Tamba berasal dari bahasa indramayu yaitu Mider yang artinya berkeliling, Tamba sendiri artinya Obat/ mengobati. Jadi, Mider Tamba (Sangkretan) dalam arti keseluruhan yaitu berkeliling sawah dengan berjalan kaki serta membawa bungbung ( bambu dilobangi ) yang berisi air do’a kemudian ditanam ditengah sawah. Tradisi sangkretan atau Mider Tamba juga sampai saat ini masih dilestrarikan dan dan terpelihara di desa Sliyeg.Tradisi yang dilakukan oleh para petani di desa Sliyeg, kecamatan Sliyeg ,Indramayu masih dilaksanakan dan selalu melestarikan tiap tahunnya setelah masa tandur usai, acara sangkretan ini di lakukan oleh pemangku adat raksa bumi ( wa bumi ) dan Kebayan. Dengan berpakaian serba hitam, konon pakaian pamong desa dahulu adalah hitam – hitam.

Budaya tradisi sangkretan dilakukan ketika setelah tandur atau masa tanaman padi akan berisi ( meteng/ bunting ) ini di laksanakan oleh aparat desa supaya tanaman padi tidak terkena penyakit dan panen melimpah,uniknya pada acara ritual sangkretan ini berkeliling daerah pesawahan tidak boleh ada yang berbicara ( membisu ).Kemudian berkumpul pada tengah – tengah pematang sawah dilanjutkan macopat / syair bujangga dan mendo’akan agar tanaman padi tidak diserang penyakit dan panen berlimpah.

Desa yang masih kental dengan tradisi sangkretan yang masih di temui pada desa sleman, dan budaya sangkretan lebih dikenal tetamba tandur ( mengobati tanaman padi ), yang sudah dilaksanakan turun temurun dari jaman dulu. Karena budaya sangkretan sudah mulai ditinggalkan oleh daerah – daerah lain, namun tradisi sangkretan cuma masih ada di Indramayu kota budaya dan masih laksanakan di desa-desa hingga saat ini. Kegiatan sangkretan merupakan tradisi yang harus dilestarikan dan merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghindarkan tanaman padi dari segala penyakit atau hama.

Source Tradisi Sangkretan Hanya di Indramayu Kota Budaya
Comments
Loading...