Tradisi Sampur Bawur Tuban

0 45

Tradisi Sampur Bawur Tuban

Warna warni akulturasi budaya yang kini terjadi, tidak melunturkan tradisi nyadran ‘Sampur Bawur’ dalam adat masyarakat Tanggung, Kedungjambangan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Hingga saat ini, masyarakat yang tinggal di ujung selatan Bumi Wali, sebutan Kota Tuban itu masih rutin menggelar tradisi Sampur Bawur. Ritual Sampur Bawur biasanya dilaksanakan pada hari Ahad Kliwon sebelum petani menebar bibit padi.

Tradisi Sampur Bawur merupakan serangkaian upacara sedekah yang dilakukan usai petani Nampek (pengolahan sawah persiapan tebar benih). Tradisi Sampur Bawur merupakan kegiatan yang dilakukan untuk bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat terhindarkan dari bala’ atau mala petaka. Kegiatan yang diisi dengan membaca ayat-ayat Alquran, zikir, dan do’a itu kemudian ditutup dengan makan bersama.

Antusias warga yang tinggal di utara bantaran Kali Kening ini terlihat jelas dengan berdesak-desakannya masyarakat di dalam cungkup. Tidak hanya orang tua, ibu-ibu dan anaknya pun turut hadir dalam acara ini. Menurut orang yang dituakan di Dusun Tanggung itu, memasuki tanam atau usai Nampek ritualnya dinamakan Sampur Bawur. Kemudian setelah tanam padi nanti, dinamakan ‘Bucu Kendit’. Dan yang paling akhir usai panen raya, warga setempat menyebutnya Sedekah Bumi.

Source http://bloktuban.com http://bloktuban.com/artikel-read.php/?show=7310-sampur-bawur-tradisi-tuban-yang-tetap-lestari.html&start=200

Leave A Reply

Your email address will not be published.