Tradisi Ruwatan Bumi di Subang Jawa Barat

0 383

Tradisi Ruwatan Bumi di Subang Jawa Barat

Adapun tujuan dari  tradisi ritual ini dilakukan untuk melepaskan segala bala dan belenggu dari kutukan bawaan dari tanah (lahan pertanian) sebelum mereka olah. Petani menurut adat setempat melarang dengan tegas jika ada seorang petani yang menggarap lahan sawahnya sebelum diadakannya tradisi ngaruwat bumi dilakukan. Maka yang tidak meyakini dan melakukannya di yakini masyarakat setempat tersebut bisa celaka.
Biasanya petani yang mendahului menanam padi sebelum dilaksanakannya acara ruwatan, tanaman padinya tersebut akan terserang hama tikus, burung dan hama-hama yang lainnya yang bersifat merugikan.Kegiatan dalam pelaksanaan tradisi tersebut ialah :1) Mengadakan penggalangan dana untuk biaya ruwatan. ( Gotong royong ) biasanya sekitar Rp 10.000 – Rp 25.000 tergantung kemampuannya, dan tidak di pungut biaya bagi yang tidak mampu

2) Menyewa hiburan berupa wayang kulit atau wayang golek untuk memeriahkan acara ruwatan.

Acara tersebut biasaya ditujukan untuk menghibur masyarakat agar datang dan senantiasa berkumpul bersama dalam satu acara ngaruwat bumi.

3) Masing-masing kepala keluarga membuat nasi tumpeng atau masyarakat petani setempat menyebutnya dengan “congcot” atau “nyongcot” berupa nasi berbentuk kerucut

4) Menggantungkan jenis-jenis hasil bumi di depan pekarangan Rumah atau di gang. Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat petani yang ada di Kabupaten Subang satu minggu atau tiga hari sebelum kegiatan tradisi ruwatan dimulai. Umbi-umbian, buah-buahan, sayur-sayuran  biasanya di gantungkan di pagar rumah ,bahkan adapula yang menggantungkan beberapa jenis barang seperti rokok dan makan ringan.
6). Berbagai macam jenis hasil pertanian tersebut kemudian digantung dengan seutas tali ke atas ruas bambu dan dihias masing-masing buah berjumlah satu dan berbeda-beda atau bermacam-macam jenis hasil pertanian dan diambilnya secara rebutan pada waktu arak arakan  atau dengan kata lain Rombongan mengelilingi kampung yang biasanya dipimpin oleh kepala desa.

7) Proses ini merupakan proses puncak dimana pada proses ini dilakukan beberapa kegiatan inti seperti sambutan-sambutan, maksud dan tujuan diadakannya kegiatan tradisi ini dan ditutup dengan do’a.

 

Source Tradisi Ruwatan Bumi Di Subang Jawa Barat mangyono
Comments
Loading...