Tradisi Pulung Lengse Sukoharjo Jawa Tengah

0 24

Tradisi Pulung Lengse

Ritual tradisi Pulung Langse digelar untuk membersihkan makam sekaligus mencuci dan mengganti kain penutup makam Ki Ageng Balak atau juga yang dikenal Raden Sujono yang dipercaya sebagai keturunan Raja Brawijaya, Majapahit. Dalam puncak prosesi ritual ratusan peziarah yang hadir akan memperebutkan (rayahan – Jawa) gunungan berupa hasil bumi dan nasi dan juga membeli sehelai kain bekas penutup makam.

Dalam prosesi tersebut tradisi rayahan menjadi puncak dari keseluruhan acara. Peziarah akan saling berebut mendapatkan hasil bumi yang terdiri dari singkong, kacang panjang, nasi, beras, buah-buahan, wortel, terong dan bahkan kayu rangka dari gunungan. Prosesi inilah yang kerab disebut sebagai ritual “ngalab berkah” atau prosesi mencari berkah. Adapula tradisi berebut sering disimbolkan sebagai persaingan dalam mencapai tujuan hidup.

Sementara untuk mendapatkan sehelai kain bekas penutup makam peziarah harus membelinya di loket pemakaman selepas acara. Sehelai kain dihargai Rp 10 ribu atau lebih tergantung dari kebaikan hati peziarah. Beberapa peziarah mengaku memanfaatkan kain tersebut sebagai pegangan agar terhindar dari hal buruk dan dekat dengan rejeki.

Sebelum diperebutkan gunungan itu terlebih dahulu dikirab mengelilingi bangunan utama lokasi makam Ki Ageng Balak. Seorang cucuk lampah atau pengantar wanita memimpin di depan rombongan kirab sementara di belakangnya mengikuti seorang lelaki gagah yang digambarkan sebagai sosok Raden Sujono serta kain penutup, pusaka dan gunungan. Masih dalam satu rangkaian kegiatan ritual tradisi Pulung Langse, pengelola makam juga menggelar berbagai hiburan berupa pertunjukan seni seperti tari-tarian, jaran kepang, hingga wayang kulit yang seluruh dananya didapatkan dari sumbangan peziarah.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tradisi-Pulung-Lengse/
Comments
Loading...