Tradisi Prasah Jepara

0 24

Tradisi Prasah

Dalam suatu upacara pernikahan ada kegiatan pemberian dari mempelai pria kepada mempelai wanita yang biasanya disebut mahar atau mas kawin. Umumnya mahar atau mas kawin dalam pernikahan berupa sejumlah uang, perhiasan, atau pakaian yang mewah. Namun di Desa Sidigede, Welahan, Jepara, Jawa Tengah, ada sebuah tradisi unik yang berkaitan dengan mahar yaitu memberi mahar berupa seekor kerbau besar oleh mempelai pria kepada mempelai wanita yang disebut “Prasah”.

Proses pemberianya pun unik, tidak asal diberikan tetapi kerbau diarak dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, mula mulanya kerbau di mantrai oleh sesepuh desa agar kehilangan kendali dan merasa stres, dibantu warga yang juga berusaha membuat kerbau mengamuk dengan berbagai cara. Seperti melemparinya dengan berbagai macam jenis petasan dan juga lumpur yang basah.

Meski sudah diikat di beberapa sisi dalam istilah desa “Diberacut”, kemudian kerbau itu di arak oleh banyak orang dari anak anak, pemuda dan juga orang tua dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, kerbau gemuk itu terus mengamuk di sepanjang jalan dan mencoba menyerang orang-orang, Puluhan orang yang memegang tali pengikat kerbau dibuat kewalahan karena kerbau itu hilang kendali. Warga Sidigde menyebut Tradisi unik tersebut “Prasah”.

Dalam proses pengarakan kerbau itu, tak sedikit membuat orang yang cidera Baik cidera ringan seperti luka luka atau cidera berat seperi patah tulang, selain cidera dari orang orang yang mengaraknya banyak pula pagar pagar rumah dipinggir jalan yang ternuat dari bamboo rusak karena amukan dari kerbau itu.

Sesampainya kerbau di rumah mempelai perempuan, kerbau ditenangkan oleh sesepuh desa dengan mantra, selain membawa kerbau sebagai mahar, dalam tradisi pasrahan pengantin di desa Sidigede, mempelai pria juga membawa seperangkat peralatan memasak lengkap serta lemari yang terbuat dari kayu jati.

Dulu, mempelai pria desa Sidigede yang akan mempersunting gadis selalu membawa kerbau berukuran besar.karena dianggap sebagai simbol kehormatan mempelai laki laki keluarganya, namun kini, seiring perjalanan waktu dan kian mahalnya harga kerbau, hanya warga kaya saja yang masih menjalankan tradisi prasah ini.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tradisi-Prasah/
Comments
Loading...