Tradisi Popokan Di Semarang

0 452

Tradisi Popokan Di Semarang

Warga Beringin yang ada di Kota Semarang tepatnya pada bulan Agustus hari Jum’at Kliwon para warga masyarakat di desa tersebut biasanya melaksanakan suatu tradisi adat istiadat, biasanya di sebut dengan Tradisi Popokan.

Sejarah tradisi ini berasal dari daerah yang ada di Kota Semarang  tepatnya di desa Beringin. Dalam ceritanya, dulu warga didatangi oleh seekor macan yang mengganggu dan mengusik warga yang ada di desa setempat. Lalu untuk mengusir macam tersebut mereka menggunakan sebuah lumpur. Lumpur tersebut kemudian di lemparkan ke macan agar cepat pergi.

Makna Tradisi Popokan

Makna dan tujuan dari tradisi yang satu ini yaitu sebagai tolak bala dan menghilangkan segala macam kejahatan yang akan mengancam desa mereka serta bentuk rasa bersyukur khususnya bagi para petani yang ada di desa Beringin. Banyak para masyarakat yang ada di daerah tersebut meyakini hal tersebut dan hingga saat ini tradisi ini masih ada. Maka dari itu tradisi yang satu ini harus di jaga dan di kenalkan pada keturunan kita sebagai pelestarian tradisi sebab hal ini merupakan peninggalan para leluhur terdahulu .

Langkah-langkah atau rangkaian urutan upacara ini di mulai dari Kirab kemudian dilanjutkan dengan Sesaji, Selametan dan selanjutnya baru upacara Popokan ini. Dalam tradisi memiliki banyak makna di dalamnya. Tumpeng, ingkung, iwak kali, jajan pasar, kembang telon, piang raja, kemenyan, katul dan hasil bumi lainnya merupakan simbol dan makna dari tradisi popokan.

 

Source Tradisi Popokan Di Semarang miners
Comments
Loading...