Tradisi Perawatan Jenazah di Jawa

0 454

Tradisi Perawatan Jenazah di Jawa

Bagi keluarga yang di tinggal oleh keluarganya pasti merasa sedih,sebagai kerabat atau saudara bagi kita wajib untuk menenangkannya,selain itu warga yang lain beserta keluarga membereskan rumah dan hal-hal yang di gunakan untuk perawatan jenazah di siapkan.Adapun hal-hal yang perlu untuk di siapkan yaitu :

1.Yang pertama adalah menyiapkan ember sebagai tempat air untuk memandikan jenazah. Ember berjumlah tujuh buah dan masing-masing diisi daun dadap (atau daun sirih) dan uang koin dengan diisi air yang tidak terlalu penuh.Adapun fungsinya ialah sebagai pengharum,selain itu gayung juga berjumlah tujuh.

2.Siapkan pula bangku untuk tempat duduk orang yang bertugas memandikan mayat yang diatur sedemikian rupa supaya memperlancar pekerjaan.Meja kecil juga disiapkan sebagai tempat mangkok yang berisikan tangkai padi,sabun mandi yang selanjutnya di bungkus dengan mori yang berjumlah 5 bungkus .Tujuannya adanya tangkai padi ialah untuk membersihkan kuku,sobekan mori di gunakan untuk membersihkan gigi.

3.Siapkan pula  beberapa potong kain penutup yang sama panjangnya (biasanya menggunakan kain batik), agar jenazah tidak dilihat oleh orang yang tidak berkepentingan selama pemandian berlangsung.Dan tidak di lihat yang bukan mukrimnya juga.

4.Sedangkan tugas untuk para pria memasang tenda diatas tempat jenazah yang akan disucikan (dimandikan) agar tidak terlihat dari atas. Jumlahnya mencari tujuh buah batang pisang yang  masing-masing panjangnya kira-kira satu meter, dan disusun rapat berdempetan. Setelah itu memanggil ahli waris yang terdekat sejumlah tiga orang untuk menggotong jenazah dari dalam rumah menuju ke tempat penyucian atau pemandian mayat.

5.Yang perlu di perhatikan ialah urut-urutan dimulai dari yang tertua di depan dan yang termuda di belakang, begitu pula pada waktu selesai dimandikan digotong dari tempat memandikan ke dalam rumah. Posisi menggotong jenazah adalah: tangan kiri menyanggah sedangkan tangan kanan merangkul dengan penuh hati-hati jangan sampai penutup kain jenazah berubah atau bergeser.

6.Setelah itu  jenazah dibaringkan diatas tujuh buah batang pisang yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah teratur rapi kemudian mulai dimandikan yaitu lima orang mengguyur air dan tiga orang membersihkan dengan sabun. Cara mengguyur air tidak boleh putus dan terus menerus.

7.Khodin harus sesuai dengan jenazah,bila yang meninggal laki-laki maka khodin juga harus laki-laki begitu sebaliknya.. Kemudian yang dilakukan modin selanjutnya adalah menutup alat kelamin jenazah dengan sepotong daun pisang dan segala lubang pada tubuh diisi dengan kapas.

8.Setelah wajahnya dirias sedikit, jenazah dibungkus dalam kain putih (mori) yang kemudian diikat di kaki, pinggang, leher, dan di atas kepalanya.Jenazah yang sudah dibungkus rapi kemudian diletakkan diruangan tengah dari rumah, diatas usungan yang terbuat dari bambu bernama “bandhusa”. Dengan kepala menghadap kearah utara.Dan biasanya di atas kepala di beri penerangan.Pada masyarakat Jawa biasanya menggunakan lilin atau yang lainnya tujuannya ialah untuk penerangan bagi orang yang meninggal tersebut.

Source Tradisi Perawatan Jenazah Di Jawa santya.inc
Comments
Loading...