Tradisi Pemakaian Batik Sendang

0 55

Batik Sendang merupakan jenis batik yang dikerjakan dan dibuat oleh masyarakat Desa Sendangagung dengan cara tradisional yang dilukis dengan menggunakan medium malam (lilin), canting, kain dan zat pewarna. Motif Batik Sendang dibuat dengan beragam goresan gambar dianggap sebagai sebuah seni budaya warisan leluhur yang diwariskan secara turu-temurun.  Diperkirakan berawal dari generasi pada masa Dewi Tilarsih istri dari Raden Noer Rochmat (dikenal sebagai Sunan Sendang sekitar abad ke 15). Dewi Tilarsih dianggap sebagai peolopor atau tokoh pertama kali yang membawa tradisi batik dari wilayah asalnya (Mantingan)

Batik Sendang yang merupakan warisan para leluhur sebagian besar masih eksis dan dipertahankan oleh para perajin batik saat ini. Dahulu,  mengerjakan batik hanya merupakan  kegiatan utama para perempuan Desa Sendangagung yang diturunkan dari generasi ke generasi. Akan tetapi pada saat ini keberadaan Batik Sendang bukan lagi menjadi pekerjaan para perempuan semata, melainkan jugadiminati para laki-laki, sehingga bisa dikatakan tidak ada batasan jenis kelamin untuk mempelajari Batik Sendang.

Batik Sendang memiliki karakteristik khas dari jenis batik manapun. Untaian gambar Batik Sendang dikenal masyarakat Desa sendangagung memiliki detail yang rumit dan kecil, sehingga seorang perajin batik dituntut harus memiliki kesabaran, ketelatenan, keuletan, ketangkasan tangan, kesadaran dan kestabilan emosi yang tinggi.

Secara umum tehnik mengerjakan Batik Sendang masih bersifat tradisional. Canting masih tetap digunakan sebagai alat dalam melukiskan malam (lilin) di atas kain . Untaian gambar yang tampak juga masih bernuansa alam lingkungan yang syarat makna hidup dan filosofi-filosofi tertentu. Diantara ornamen lingkungan tersebut yang masih tetap dipertahankan oleh masyarakat Desa Sendangagung sebagai ornamen utama adalah jenis flora dan fauna. Beragam motif gambar dengan nuansa tumbuh-tumbuhan, dedaunan, bunga, buah-buahan, dan kumbang masih menjadi ragam motif yang mendominasi.

Aneka ragam jenis Batik Sendang dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu Batik Sendang Tradisional dan Batik Sendang Moderen. Batik Sendang Tradisional dianggap memiliki makna dan nilai filosofi tertentu serta signifikan memiliki dampak pemakain atau penggunaan. Sedangkan Batik Sendang  Moderen merupakan ragam jenis batik yang hanya memiliki nilai guna sebagai citraan gaya hidup moderen.

Kedua golongan di atas  (tradisional atau moderen) dipersepsikan secara positif oleh masyarakat Desa Sendangagung yang beranggapan bahwa dengan memakai Batik Sendang  identitas kedaerahan, prestise sosial, harga diri, martabat, kepribadian, kewibawaan, dan gaya hidup dapat tersiratkan. Sehingga, konsumen Batik Sendang menjadi bangga bila mengenakan Batik Sendang di depan publik.

Source http://sendangagung-lamongan.desa.id http://sendangagung-lamongan.desa.id/2016/10/12/riwayat-dari-batik-sendang/
Comments
Loading...