Tradisi Pelepasan Balon Udara Wonosobo

0 252

Tradisi Pelepasan Balon Udara Wonosobo

Tidak ada yang bisa menandingi keunikan hari Lebaran di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Pada hari kedua hingga ketujuh Lebaran, dari pukul 6 pagi hingga pukul 8, warga Kecamatan Kertek disuguhi aksi belasan, bahkan puluhan, balon udara, lengkap dengan dentuman petasan.

Jika kita menengok ke belakang, mencari kapan sejarah dimulainya tradisi menerbangkan balon udara kertas maka akan sulit sekali menelusurinya. Seperti juga tradisi menerbangkan balon udara yang ada di Wonosobo, kampung yang sebenarnya tidak terlalu kecil karena sudah dibelah dengan adanya jalan raya yang lumayan lebar.

Saat memasuki bulan Ramadhan, ada satu pengalaman yang tidak mungkin terlupakan oleh para anak-anak yang kini sudah tumbuh dewasa yaitu membuat balon udara dari kertas. Balon yang dibuat biasanya dengan dana iuran per RT dan harus selesai saat lebaran/idul fitri tiba. Pembuatannya cukup sederhana hanya bermodalkan kertas minyak, lem, gunting dan benang kasur. Tradisi ini dilakukan saat hari pertama lebaran sampai hari ke tujuh.

Cara Pembuatan Balon Udara

Sebelum membuat balon dibuatlah pola terlebih dahulu lengkap dengan ukurannya dan motif gambar atau pola yang akan ditampilkan dibalon kertas tersebut. Pola inilah yang menjadi dasar untuk menentukan warna dan potongan kertas minyak yang harus disediakan. Setelah potongan-potongan kertas siap sesuai pola maka bisa dimulai pengeleman dan jangan lupa ditiap sambungan vertikal kertasnya dari atas ke bawah diberi benang kasur yang berfungsi sebagai rangka. Pembuatan Balon Udara ini dilakukan dengan bergotong royong. Para warga melakukan pembuatan balon udara secara bersama-sama dan bahu membahu tentunya. Hal ini adalah hal unik yang dilakukan setiap tahun.

Pelepasan Balon Udara

Pemandangan ini sangat jarang terlihat selain di Wonosobo. Warna-warni dan motif balon dibuat sesuai dengan kreasi warga. Hal semacam ini sudah menjadi tradisi saat perayaan hari besar islam, Idul Fitri. Biasanya sepuluh hari sebelum lebaran warga Rukun Tetangga (RT) berbondong-bondong iuran dan mulai membuat balon dengan kertas maupun plastik. Sudut-sudut mushola dan pekarangan serta lapangan dijadikan area “penerbangan” sejumlah balon menggunakan peralatan sederhana.

Pemerintah kabupaten biasanya mengadakan Festival Balon Udara untuk menampung kreasi masyarakat. Hal ini juga untuk menarik mata wisatawan berkunjung ke daerah penghasil kentang dan carica tersebut. Alun-alun wonosobo menjadi saksi bisu terbangnya puluhan balon udara aneka gambar dari berbagai sudut desa. Maka, birunya langit Wonosobo dipadati oleh balon udara.

Jika ingin menyaksikan riuhnya “pawai” balon udara maka datanglah ke Wonosobo saat lebaran hari ke 2 karena biasanya pada hari kedua inilah pesta “penerbangan” balon udara kertas yang berwarna-warni diluncurkan ke atas awan Wonosobo.

Source https://iyakan.com https://iyakan.com/tradisi-unik-di-wonosobo/4363
Comments
Loading...