Tradisi Nyadran Nganjuk

0 218

Tradisi Nyadran Nganjuk

Masyarakat Indonesia memang mempunyai kebudayaan dan adat istiadat yang bermacam-macam, kita harus saling menghormati. Ritual nyandrannan di Desa Sono Ageng ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar satu tahun sekali pasca panen raya padi atau diambil hari Kamis Legi malam Jum’at Pahing.

Ritual itu juga dilakukan meminta selamat dan kemakmuran. Acara tersebut juga merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena telah diberi panen yang melimpah. Acara ini di ikuti puluhan dayang-dayang beriringan mengantar sesaji berupa hasil bumi ke makam mbah Sahid. Tokoh yang konon menurut cerita adalah orang pertama yang babat desa, sehingga sampai sekarang dikenal dengan nama Sono Ageng, setelah sesepuh desa membacakan doa dengan disertai bakar kemenyan didepan makam. Ratusan warga yang hadir dipemakaman desa tersebut, berebut sesaji berupa hasil bumi.

Ratusan orang menyakini, makanan maupun barang-barang yang sudah dikarak oleh dayang-dayang mulai dari balai desa sampai ke punden memiliki manfaat tersendiri, kata mbah Seman juru kunci ini salah satu juru kunci makam yang coba ditemui wartawan suara media nasional. Begitu pula masyarakat Sono Ageng selesai melakukan ritual, juga menggelar acara-acara hiburan pada malam harinya yang sangat ramai ada Pasar malam, Pertunjukkan jaranan ( Kuda Lumping ), Orkes dangdut, Wayang Kulit, Ketoprak, Tayub dan masih banyak lagi.

Simbol kebudayaan disetiap tempat beraneka ragam dan juga memiliki pemaknaan yang berbeda pula, dari waktu ke waktu bahkan pemaknaan orang yang satu mungkin berbeda dengan yang lain, tergantung dari sudut pandang mana orang tersebut memaknai. Hal tersebut tergantung pula pada kesepakatan yang dihasilkan oleh masyarakat setempat, dimaknai apa sesuatu itu. seperti pada tradisi Nyadran, kita lihat banyak makanan yang menunjukan simbol tertentu dan memiliki makna tertentu pula tiap jenisnya, begitu pula Nyadran itu sendiri.

Source Tradisi Nyadran Nganjuk Afri Kenz
Comments
Loading...