Tradisi Nyadran Di Banyumanik

0 67
Nyadran ini merupakan rangkaian dari empat acara selama bulan Rajab. Sebelumnya warga juga melakukan tawu sendang, seminggu kemudian bersih-bersih makam, lalu nyadran. Kemudian puncaknya tasyakuran. Ritual nyadran di tiga makam dilakukan setiap bulan Rajab untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Warga juga mendoakan sanak saudara dan pendahulu yang telah dipanggil Yang Maha Kuasa.
Ibaratnya, nyadran untuk mengumpulkan saudara-saudara yang sudah berjauhan. Mendoakan leluhur yang telah lebih dahulu menghadap Allah. Kalau istilah Jawanya itu ngumpulke balung pisah lan daging arenggang. Karena di sini tidak hanya warga sekitar yang datang tapi juga dari luar kota yang memiliki keluarga yang dimakamkan di tiga pemakaman ini sehingga bisa saling silaturahmi.
Nyadran dipusatkan di satu tempat karena dua makam yang lain, yakni makam Singoro dan Karangrejo, tidak boleh digunakan untuk nyadran. Konon, di dua makam itu setiap kali dilakukan tradisi nyadran, makanan yang dibawa warga selalu kerubungi semut. Makanya kemudian dipindahkan di sini. Hal ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Comments
Loading...