Tradisi Nyadran Desa, Siwarak, Jawa Tengah

0 181

Tradisi Nyadran Desa, Siwarak, Jawa Tengah

Tradisi nyadran desa sudah merupakan hal yang jamak kita temui di wilayah Jawa. Kata nyadran berasal dari Bahasa Arab Sod’ru yang kemudian dilafalkan oleh orang jawa menjadi sadran/nyadran. Kata Sod’ru sendiri memiliki makna yang berarti suatu do’a yang ditujukan kepada leluhur yang sudah meninggal dunia.

Selain itu, nyadram juga bisa mengingatkan umat manusia, bahwa semua makhluk hidup pasti akan mati. Biasanya, acara yang dilakukan saat nadran adalah membersihkan kubur, lalu secara bersama-sama membaca do’a/tahlil yang di pimpin oleh seorang Kyai atau modin.

Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat di Kampung Siwarak, Kelurahan Kandri (Desa Wisata Kandri),Kecamatan Gunungpati. Warga di Kampung Siwarak memperingati nyadran setiap hari Minggu pon di bulan Rajab.

Selain melakukan ritual ziarah di kubur, juga diadakan pengajian umum untuk memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, yang adakan di Masjid Baitul Muslimin Siwarak. Suasana semakin meriah, karena yang hadir dalam nyadran bukan hanya warga dari kampung Siwarak.

Tapi juga dihadiri oleh para sanak saudara yang berasal dari luar kampung atau daerah. Momen itu digunakan oleh para tamu dari luar daerah untuk bersilaturahmi kepada sanak saudara maupun teman di Siwarak. Ditambah lagi dengan adanya karnaval atau arak-arakan yang selalu diadakan setelah acara nyadran kubur.

Karnaval ini diikuti oleh semua elemen masyarakat dengan menampilkan berbagai macam atraksi. Ada berbagai macam hasil bumi, replika Warak (asal usul kampung Siwarak), replika lesung, kapal dan grojogan siwarak. Selain untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT, karnaval ini juga untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di Kampung Siwarak. Hal ini sejalan dengan dicanangkannya Kelurahan Kandri sebagai salah satu Desa Wisata di Kota Semarang.

Acara karnaval keliling kampung Siwarak diakhiri  dengan atraksi drama kolosal, ”Babad Kampung Siwarak” yang menceritakan legenda lahirnya kampung siwarak, yang diperankan oleh seluruh peserta karnaval. Setelah prosesi karnaval selesai, nyadran Kampung Siwarak ditutup dengan pengajian umum memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Besar Muhammad SAW, yang diadakan di serambi Masjid Baitul Muslimin.

Source https://catatanrafkaaditya.wordpress.com/ https://catatanrafkaaditya.wordpress.com/2014/05/23/nyadran-di-siwarak/
Comments
Loading...