Tradisi Ngayun Bayi Jawa Barat

0 77

Tradisi Ngayun Bayi

Tradisi ngayun berhubungan dengan kehidupan awal manusia di dunia. Upacara kegiatan Ngayun rutin dilaksanakan setelah tujuh hari kelahiran bayi. Terkadang Tradisi Ngayun dilaksanakan berbarengan dengan putusnya tali ari-ari si jabang bayi. Yang dimaksud dengan ngayun yaitu proses pemberian nama kepada si jabang bayi. Tradisi Ngayun di tempat lain disebut juga Tradisi Turun Bumi.

Tradisi Ngayun dilaksanakan setelah 7 hari kelahiran bayi. Tradisi Ngayun bertujuan untuk memberikan nama kepada anak yang baru lahir. selain memberi nama, Tradisi Ngayun memiliki tujuan untuk menyampaikan rasa syukur terhadap Tuhan YME atasa kelahiran si jabang bayi dan keselamatan si jabang bayi beserta ibunya. Pelaksanaan Tradisi Ngayun sama sekali tidak ada hubungannya dengan putusnya tali ari-ari si jabang bayi. Berikutnya dikemukakan struktur Tradisi Ngayun di kecamatan Rawamerta. Struktur Tradisi Ngayun di Kecamatan Rawamerta terdiri atas:

  1. Menyiapkan untaian dan memasangkan samping ayun. kegiatan ini memiliki makna untuk menghindari berbagai macam mahluk halus, roh jahat, dan berbagai penyakit yang akan datang kepada diri si anak, sedangkan samping ayun digunakan untuk mengayunkan anak;
  2. Menginjakan anak ke uang, perhiasan, dan tanah. kegiatan ini bermaksud agar si anak nantinya memiliki banyak rizki, artinya sebelum menginjakan kaki ke bumi yaitu menginjak kekayaan terlebih dahulu;
  3. Mengayunkan anak, memiliki tujuan memberi nama anak. selain dari itu memiliki tujuan agar si anak nyenyak tidurnya;
  4. Menyentuhkan kaki anak ayam ke kaki atau anggota badan bayi, kegiatan ini memiliki tujuan agar penyakit-penyakit yang menghampiri si jabang bayi dibawa oleh ayam. selain dari itu agar si anak bisa segera berjalan, pandai mencari rizki, tidak boros serta banyak rizkinya;
  5. Mencuci tangan dengan air kembang, kegiatan ini memiliki tujuan sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada dukun beranak (paraji) yang telah direpotkan mengurus persalinan hingga mengurus si jabang bayi; dan
  6. Selamatan atau sedekah, kegiatan ini menggambarkan ungkapan rasa syukur kepada Allah swt. atas rizki yang telah diperoleh oleh keluarga si jabang bayi.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tradisi-Ngayun-Bayi/
Comments
Loading...