Tradisi Ngarak Ompak Di Bantul Yogyakarta

0 65

Tradisi Ngarak Ompak Di Bantul Yogyakarta

Setiap malam tahun baru, tradisi ini selalu dilakukan. Ompak merupakan fondasi dari sebuah tiang bangunan model Jawa. Sebuah batu yang dibuat sedemikian rupa. Sebuah Ompak itulah yang sampai sekarang ada di bekas Keraton Mataram, Dusun Kerta, Pleret.

Sesudah naik tahta, Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Pada masanya, Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. Daerah yang saat ini disebut Jawa Timur, dan Jawa Tengah takluk ditangannya.

Selanjutnya beliau memindahkan lokasi keraton ke Kerta. Selanjutnya disebut Mataram Kerta. Mataram selanjutnya berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Kemudian terlibat dalam beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC.

Setelah Sultan Agung wafat dan dimakamkan di makam raja-raja Imogiri. Beliau digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I). Amangkurat I memindahkan lokasi keraton ke Pleret pada tahun 1647, nggak jauh dari Kerta.

Selain itu, beliau nggak lagi menggunakan gelar sultan. Melainkan “sunan” (dari “Susuhunan” atau “Yang Dipertuan”). Pemerintahan Amangkurat I kurang stabil karena banyak ketidakpuasan dan pemberontakan. Pada masanya, terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh Trunajaya dan memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC.

Amangkurat wafat di Tegalarum (1677). Saat itu beliau dalam keadaan mengungsi. Makanya beliau punya julukan Sunan Tegalarum. Penggantinya adalah, Amangkurat II (Amangkurat Amral). Sangat patuh pada VOC. Nggak heran kalangan istana banyak yang nggak puas dan pemberontakan terus terjadi.

Pada masa Amangkurat II, keraton dipindahkan lagi ke Kartasura (1680). Sekitar 5 Km sebelah barat Pajang. Hal ini karena keraton yang lama dianggap telah tercemar. Dari penggalan sejarah tersebut, daerah Pleret merupakan petilasan yang menjadi pusat pemerintahan Kraton Mataram. Pada waktu itu keraton Matarm sedang dipuncak kejayaan. Sejak zaman Pemerintahan Sultan Agung sampai jamannya Sunan Amangkurat Agung.

Bermula dari cerita itu, kini tradisi Ngarak Ompak tetap dilestarikan oleh masyarakat Pleret dan sekitarnya. Tujuannya adalah mengenang Kejayaan Kraton Mataram Islam. Yang berpusat di Pleret. Selain itu, perayaan ini memberikan apresiasi seni budaya kepada masyarakat. Mengajak masyarakat untuk terlibat melestarikan seni budaya tradisi. Serta mengajak generasi muda tetap menghargai sejarah serta jasa pahlawan. Tradisi Ngarak Ompak berlokasi di Pleret, Bantul, Jogjakarta.

Source http://jogja.kotamini.com/ http://jogja.kotamini.com/tradisi-ngarak-ompak/
Comments
Loading...