Tradisi Ngapem: Tingalan Jumenengan Dalem Keraton Yogyakarta

0 177

Tradisi Ngapem: Tingalan Jumenengan Dalem Keraton Yogyakarta

Tingalan Jumenengan Dalem adalah serangkaian upacara yang digelar berkaitan dengan peringatan penobatan/ kenaikan tahta Sultan. Puncak acara dalam rangkaian peringatan ini adalah Sugengan yang digelar untuk memohon usia panjang Sultan, kecemerlangan tahta Sultan, dan kesejahteraan bagi rakyat Yogyakarta. Setelah sugengan kemudian digelar acara labuhan di beberapa petilasan yang dianggap sakral bagi Keraton Yogyakarta. Selain upaya untuk berdoa memohon keselamatan, upacara labuhan baik di gunung maupun tepi laut juga untuk melaksanakan tugas Sultan untuk selalu menjaga keselarasan alam, “Hamemayu Hayuning Bawono”. Berikut adalah rangkaian acara yang dilakukan pada masa Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10:

Ngapem (28 Rejeb)

Setelah prosesi ngebluk, keesokan harinya rangkaian acara dilanjutkan dengan ngapemNgapem merupakan prosesi membuat apem, kue basah berbentuk bulat. Konon asal kata apem berasal dari bahasa Arab “afwan” artinya maaf atau ampun, yang menyimbolkan permohonan ampun kepada Sang Pencipta. Apem yang akan dibuat dibedakan menjadi dua ukuran, apem biasa yang berukuran kecil dan apem besar atau disebut Apem MustakaApem Mustaka ini disusun sesuai dengan setinggi badan Sultan.
Cara membuat apem kecil, jladren yang sudah didiamkan semalaman dituangkan pada wajan dan di bolak balik hingga matang. Sedangkan apem besar dibuat dengan cara melapisi apem kecil dengan adonan yang dimasak menggunakan ukuran wajan lebih besar. Apem yang sudah dibuat oleh para puteri dan kerabat Sultan ini kemudian akan dibagikan pada acara Sugengan.
Source https://kratonjogja.id/ https://kratonjogja.id/hajad-dalem/6/tingalan-jumenengan-dalem
Comments
Loading...