Tradisi Ngapati (Ngupati)

0 102

Tradisi Ngapati (Ngupati)

Tradisi ngapati (ngupati) yang biasanya dilaksanakan pada bulan keempat dari kehamilan seseorang pada hakikatnya adalah acara berdoa yang dilaksanakan secara bersama-sama untuk memohonkan kepada Allah agar kelak anak yang akan dilahirkan menjadi manusia yang utuh, sempurna, sehat, memperoleh anugerah rezki yang berkah dan luas, berumur panjang penuh dengan nilai-nilai ibadah, dan memperoleh keberuntungan hidup di dunia dan di akhirat. Dan di dalamnya juga terdapat unsur sedekah. Namun sayang, amalan yang baik ini disalahpahami oleh sebagian orang sehingga tanpa sungkan mereka memvonisnya sebagai perbuatan bid’ah yang akan menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka.

Menurut kelompok yang membid’ahkan, tradisi ngapati (ngupati) adalah tradisi Hindu yang masih melekat di kehidupan umat Islam di tanah Jawa. Amalan yang demikian itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamdan tidak mempunyai landasan di dalam syariat Islam. Tradisi ini adalah perkara baru yang diada-adakan. Oleh karena itu, tradisi ngapati (ngupati) termasuk bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat. Orang yang mengamalkannya adalah pelaku kesesatan yang kelak akan disiksa di dalam neraka. 
Dalam praktiknya, tradisi ngapati (ngupati) yang dilaksanakan pada bulan keempat itu adalah dengan meminta kepada sejumlah orang untuk berdoa dan mendoakan, serta di dalamnya juga terdapat sedekah. Namun tentu saja menjadi langkah yang tidak bijak bila memaksakan diri untuk bersedekah, sementara keadaan sedang tidak berkemampuan. Ini hanyalah sebuah tradisi yang baik. Tidak ada kewajiban syariat di dalamnya, namun ia pun tidak bertentangan dengan syariat.
Dengan kata lain, jika Anda berkemampuan, silakan Anda melakukannya. Karena tradisi ngapati (ngupati) bukanlah bid’ah. Terbukti ada dalil yang mengilhami pelaksanaan amalan di dalamnya. Namun jika Anda tidak berkemampuan, maka tidak mengapa bila Anda tidak melaksanakannya. Cukup bagi Anda untuk berdoa kepada Allah, memohon agar anak yang akan dilahirkan dilimpahi rahmat dan keberkahan dalam kehidupannya, sejak di dunia hingga akhirat.

Source http://hujjahsantri.blogspot.com/ http://hujjahsantri.blogspot.com/2015/08/tradisi-ngapati-ngupati.html
Comments
Loading...