budayajawa.id

Tradisi Mudun Lemah / Tedak Siten Banyuwangi

0 10

Tradisi Mudun Lemah / Tedak Siten Banyuwangi

Secara spesifik desa yang menjadi mayoritas tempat tinggal dari suku Osing bernama desa Kemiren kecamatan Glagah, Banyuwangi. Di desa inilah suku Osing melangsungkan setiap kegiatan dan aktifitasnya mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali di malam hari. Karena semakin pesatnya perkembangan di zaman globalisasi seperti ini, tidak membuat suku Osing goyah akan godaan-godaan yang bisa saja menyerang mereka dan melunturkannya.

Berkat ketaatan dan kesetiaan mereka lah suku Osing tidak pernah berubah keasliannya alias masih sama seperti dahulu kala sejak pertama kali suku ini lahir. Berbagai tradisi dan kesenian sering dilakukan oleh masyarakat Osing apalagi saat ini pariwisata berkembang sangat pesat tidak hanya di Indonesia bahkan luar negeri. Membuat setiap daerah saling berlomba untuk menunjukkan keunikannya demi mendapat keuntungan dari setiap wisatawan yang datang. Salah satu tradisi yang masih ada saat ini adalah tradisi Mudun Lemah atau Tedak Sinten.

“Tedak Siten” (tedak Siti), yaitu Tedak artinya Menapakkan Kaki dan Siten atau Siti yang berarti Tana, sehingga biasa orang Jawa menyebutnya “Mudun Lemah”. Tradisi Tedak Siten atau Mudun Lemah dilakukan saat seorang anak berusia 7 lapan yaitu saat berusia 7 sampai menginjak bulan ke delapan. Karena pada usia ini anak mulai menapakkan kakinya pertama kali di tanah yaitu dengan belajar duduk dan belajar berjalan.
Alat alat yang diperlukan dalam Prosesi “Tedak Siten” adalah sebagai berikut juadah 7 warna, tangga tebu dan injak – an pasir/tanah, kurungan ayam dan beras ketan isi koin, tumpeng beserta sayur urap dan ayam.

Source http://pemanduwisatabudaya2015.blogspot.co.id/ http://pemanduwisatabudaya2015.blogspot.co.id/2016/01/tugas-3-pariwisata-sejarah-dan-budaya_3.html
Comments
Loading...