Tradisi Mudun Lemah Di Surabaya

0 175

Tradisi Mudun Lemah Di Surabaya

Sebagian suku Jawa di Surabaya, masih memegang teguh tradisi leluhurnya. Salah satu tradisi yang masih dirawat dengan baik adalah Mudun Lemah atau Tedak Siten atau peringatan tujuh bulan kelahiran sang bayi. Seperti pasangan suami istri Warga Surabaya satu ini, Dian Kurniawan dan Anis Sri Wahyuni. Keduanya menggelar tradisi Mudun Lemah terhadap putranya, Bagas Abdillah.

Mudun Lemah yang dilakukan tidak sedetail seperti apa yang pernah dilakukan leluhurnya. Tapi tetap memakai pakem Jawa seperti adanya Bubur Merah, Tetel (Sebangsa Ketan), Jajan Pasar, Gedang (Pisang) Rojo, Gedang (Pisang) Susu, Kembang Setaman, dan permainan anak.

Usai pembacaan doa, sang anak di dudukan di atas Tetel dan dihadapkan dengan Nampan berisi permainan anak. Seperti bola, mobil – mobilan, hewan – hewanan, ada selembar uang kertas senilai Rp 100 ribu, Tasbih, kitab Al – Quran kecil, buku tulis, buku bacaan, pensil, serta pena Bolpoin.

Sang Anak Memilih

Bagas tadi memilih uang, mainan hewan berupa gajah serta Tasbih. Mudah-mudahan anaknya kelak menjadi anak yang rajin beribadah serta pintar mencari uang bukan untuk menghambur-hamburkan uang. Setelah prosesi pengambilan pertama, sang anak kemudian sempat menyentuh buku bacaan namun dikembalikan lagi ke nampan.

Sempat terjadi paksaan kepada sang anak untuk tetap mengambil buku tetapi sang anak meronta tidak mau menggenggam buku tersebut. Jadi apa yang ada di nampan adalah gambaran cita-cita sang anak dan melihat prosesi tadi. Bagas tidak bisa dipaksa untuk menjadi orang seperti yang diinginkan orang melainkan dia bebas menentukan pilihan hidupnya.

Setelah prosesi memilih barang kesukaannya, sang anak langsung diturunkan ke tanah sebagai simbol Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Setelah melaksanakan rangkaian prosesi Mudun Lemah, Bubur, Tetel, Gedang Rojo dan Gedang Susu dibagikan kepada sanak saudara serta ke para tetangga.

Source https://www.liputan6.com/ https://www.liputan6.com/regional/read/3634187/tradisi-mudun-lemah-di-surabaya-saat-balita-pilih-cita-cita?source=search
Comments
Loading...