Tradisi Minum Teh Masyarakat Tegal

0 426

Tradisi Minum Teh Masyarakat Tegal

Yang menjadi alasan kenapa Tegal terkenal dengan sebutan Jepangnya Indonesia mungkin karena masyarakat Tegal memiliki tradisi yang sama dengan negeri para Samurai yaitu tradisi minum teh. Jika di Jepang ada tradisi Sadou yaitu sebuah ritual upacara menyambut tamu dengan minum teh maka masyarakat Tegal mengenal tradisi minum teh dengan sebutan moci. Yaitu sebuah tradisi minum teh dengan poci yang terbuat dari tanah liat.

Belum bisa dipastikan kapan dan darimana tradisi moci berkembang di tengah-tengah masyarakat Tegal. Yang paling mungkin adalah ketika zaman pendudukan Jepang di Nusantara. Ini terbukti dengan berdirinya empat pabrik teh (teh Poci, teh Gopek, teh Tong Tji dan teh 2 Tang) di Slawi sekitar tahun 1940an. Atau dengan kata lain tradisi minum teh di kota Tegal bisa jadi sebuah akulturasi budaya Jepang dengan pribumi. Namun sejatinya ada sedikit perbedaan antara Sadou(ritual minum teh ala Jepang) dengan Moci (tradisi minum teh ala Tegal).

Jika di Jepang tradisi minum teh terkesan rumit dan bertele -tele lain halnya dengan Moci di Tegal. Ini mungkin karena tradisi minum teh di Jepang berkembang di daerah pegunungan yang bersuhu dingin sehingga masyarakat disana bertujuan menjaga kehangatan tubuh dengan ritual yang rumit dan lama. Sedangkan Tegal yang berada di pesisir pantai utara pulau Jawa ini dengan suhu panas terik mentari sehingga tradisi minum teh di Kota Tegal tidak serumit di Jepang. Satu yang khas dan saya rasa hanya ada di kota Tegal yaitu gula yang biasa di gunakan untuk moci adalah gula batu (bukan gula pasir).

Tatacara minum teh di Tegal hampir sama dengan masyarakat di Indonesia pada umumnya. Yaitu memasak air lalu menaruh teh dalam wadah yang sudah disiapkan (kalau di Tegal memakai poci yang terbuat dari tanah liat) lalu menuang campuran air panas dengan teh kedalam gelas (juga terbuat dari tanah liat), di dalamnya terdapat gula batu.

Tujuan dari penggunaan gula batu sendiri agar gula yang terdapat di gelas tidak cepat larut dalam air teh. Jadi saat air teh dalam gelas sudah habis kita hanya menuangkan air teh dari poci kedalam gelas. Belakangan tradisi ini lebih dikenal dengan sebutan cipokdud yaitu moci, ndopok karo udud (moci, ngobrol sambil ngrokok). Karena biasanya memang tradisi moci ini bisa di lakukan berjam-jam. Tahu aci juga rokok menjadi teman setia dalam tradisi moci.

Source http://denias.blogdetik.com http://denias.blogdetik.com/2016/5/12/moci-tradisi-ngeteh-ala-masyarakat-tegal
Comments
Loading...