Tradisi Merti Desa di Pamriyan

0 22

Tradisi Merti Desa di Pamriyan

Maksud upacara tersebut agar desa dilimpahkan kesejahteraan oleh Sang Hyang Widi. Terlepas dari kepercayaan yang baik. Apabila lingkungan bersih, sungai-sungai bersih dari sampah dan limbah apapun, maka alirannya yang berfungsi mengairi persawahan akan lancar. Lingkungan sungai menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menjadikan tanaman tanaman di sekitar kita menjadi subur menjadikan panen yang didapat lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih maka kita sebagai masyarakat dapat juga terjaga kesehatannya sehingga masyarakat menjadi sehat dan terjamin kesehatannya. Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa.

Dalam tradisi merti desa, lampiasan rasa syukur ini diujudkan dalam bentuk sedekah yang kemudian menjadi ciri dalam setiap ritualnya. Di pengujung acara, sedekah yang diujudkan dalam bentuk gunungan berikut sesajian dan beragam ubo rampe itu akan dibagikan kepada seluruh warga desa serta siapa pun yang hadir. Kadang, prosesi pembagian sedekah ini sengaja dilakukan dengan cara diperebutkan, sehingga menghadirkan atraksi yang begitu meriah sebagaimana yang berlangsung dalam Upacara Garebeg.

Di Desa Pamriyan sendiri tradisi Merti Desa diadakan dalam bentuk arak-arakan yakni dengan mengarak puluhan ancak atau ambeng yang berisi ribuan ayam panggang dan hasil bumi, merti desa selain itu tradisi ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional tari Dolalak, Tayub, dan sendra tari. Di Desa Pamriyan acara ini agenda tiga tahunan yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang. Gelaran yang disertai doa itu juga bertujuan untuk memohon keselamatan dan limpahan rejeki. Pada acara yang lalu yakni pada hari , Rabu (18/7/2018). Panitia Merti Desa mempersembahkan 5.000 ekor ingkung atau ayam kampung panggang untuk dibagikan kepada masyarakat. Ratusan keluarga warga setempat berkumpul dalam 47 kelompok dan membuat ancak ingkung dan hasil bumi.

Upacara adat merti desa disamping merupakan ekspresi spiritualitas ternyata mengandung suatu strategi budaya dalam rangka mengarahkan masyarakat pada kepedulian, pemeliharaan dan pelestarian alam llingkungan. Landasan spiritualitas yang ditanamkan nenek moyang tersebut memang dimaksudkan sebagai upaya pelestarian alam lingkungan yang akan menjaga harmoni kesehatan lingkungan, dan memberikan kesejahteraan karena panen yang berhasil.

Didalam upacara adat merti desa ini juga menyiratkan rasa persatuan dan kebersamaan serta gotong royong diantara masyarakat pedesaan sehingga disamping melestarikan budaya leluhur juga mempererat persatuan di lingkungan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu upacara adat merti desa harus tetap kita lestraikan serta kita pertahankan agar tetap membudaya didalam masyarakat kita jangan sampai punah.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tradisi-Merti-Desa-di-Pamriyan/
Comments
Loading...