Tradisi Mengubur Ari-Ari Bayi Yang Baru Lahir

0 453

Tradisi Mengubur Ari-Ari Bayi Yang Baru Lahir

Tradisi mengubur ari-ari ini sangat penting dan sudah di yakini oleh masyarakat Jawa sejak dahulu. Ari-ari dianggap sebagai teman atau saudara bayi, sebab ari-ari menjadi teman di saat bayi masih dalam kandungan sang Ibu.

Ari-ari tidak hanya teman bagi bayi di dalam kandungan hal ini merupakan anggapan dari masyarakat yang menganut spiritual Jawa. Istilah Kakang Kawah, Adi Ari-ari, Getih lan Puser merupakan sebuah penggambaran bahwasanya ari-ari tetap menjadi satu bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan orang Jawa.

Ari – ari merupakan  salah satu sedulur papat (saudara empat) yang selalu ada dan menemani pancer (diri pribadi) kemanapun pergi.Ari-ari juga diperlakukan seperti kembaran si bayi bagi masyarakat Jawa.

Langkah-langkah yang dapat di lakukan untuk menguburkan ari-ari bayi ialah sebagai berikut :

  1. Bila sudah melewati masa melahirkan langkah selanjutnya Ari-ari dibersihkan dengan air bersih oleh dukun bayi ataupun petugas kesehatan.
  2. Setelah di bersihkan Ari-ari diberi alas daun senthe dan dimasukkan dalam periuk/kendhil yang terbuat dari tanah, kemudian ditutup dengan cobek yang masih baru. Tempurung kelapa juga bisa di gunakan.
  3. Ari – ari yang sudah dimasukkan dalam wadah kemudian diatasnya diberi berbagai barang uba rampe sebagai syarat. Biasanya barang yang di gunakan berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya.
  4. Ari-ari dan uba rampe-nya dibungkus dengan kain putih baru  biasanya di sebut dengan mori.
  5. Ayah dari sang bayi menggali lubang untuk ari-ari bayi sedalam satu lengan. Apabila bayi laki-laki lubangnya di sebelah kanan pintu utama rumah.Jika bayi perempuan lubangnya di sebelah kiri pintu utama rumah.
  6. Yang berhak mengubur ari-ari adalah ayah kandung, atau kakek si bayi, atau siapapun saudara laki-laki paling dekat dengan si bayi. Sebelum melakukan penguburan ada baiknya ia melakukan mandi besar untuk mensucikan diri, kemudian bagian bawah mengenakan pakaian bebedan (memakai kain atau sarung).
  7. Ari-ari dalam kendil dibawa dengan diemban (menggendong menyamping di pinggang), kemudian dimasukkan lubang dan ditimbun dengan tanah. Penimbunan sebaiknya padat tujuannya untuk menghindarkan dari binatang buas.
  8. Di atas kuburan ari-ari bayi kemudian diberi pagar dari bambu, atau dengan tumpukan genting, atau keranjang.
  9. Diberi lampu penerangan selama 35 hari (selapan), hal ini dimaksudkan agar ari-ari dan si bayi selalu diberi pepadhang  dalam bahasa Indonesia disebut dengan penerangan.
Source Tradisi Mengubur Ari-Ari Bayi Yang Baru Lahir kesolo.com
Comments
Loading...