Tradisi Memperingati Hari Maulid Nabi Dengan Mengaraki Buyut Gruda

0 33

Tradisi Memperingati Hari Maulid Nabi Dengan Mengaraki Buyut Gruda

Setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda dalam memperingati hari-hari besar. Seperti daerah Gegesik, Kabupaten Cirebon. Gegesik mempunyai tradisi mengarak Buyut Gruda setiap pertengahan bulan Maulud penanggalan Jawa atau Rabiul Awal dalam penanggalan Islam. Lalu apa sih Buyut Gruda itu? Buyut Gruda adalah alat panggulan dengan bentuk perpaduan antara kepala garuda dengan tanduk dan lidah seperti naga. Selain itu Buyut Gruda juga memilki sayap dan diletakkan dalam suatu tempat yang bagian atasnya tertutup.

Konon, Buyut Gruda berasal dari bongkahan kayu yang menancap di sungai Ciwaringin. Tapi kayu tersebut sulit dilepaskan, sampai pada akhirnya dapat dilepaskan oleh seseorang yang sakti bernama Ki Salam dengan mudah. Lalu, kayu itu langsung diukir dan dijadikan benda berbentuk Garuda dan Naga yang bisa dipanggul.

Buyut Gruda diletakkan di balai desa Gegesik Lor dan dikeluarkan setiap akan diarak. Buyut Gruda dipercaya dapat terbang ke keraton Kasepuhan Cirebon dan konon airnya dapat memberi keberkahan. Setiap menjelang pelaksanaan Buyut Gruda dikeluarkan dari ruangan dan dimandikan. Banyak orang mengunjungi Buyut Gruda saat sebelum diarak untuk mendapatkan airnya.

Kebudayaan ini memang sudah banyak ditentang oleh masyarakat karena mempercayai hal-hal mistis. Tapi pemerintah setempat tetap memperbolehkan kebudayaan tersebut debagai bentuk pelestarian budaya daerah Gegesik .

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tradisi-Memperingati-Hari-Maulid-Nabi-Dengan-Mengaraki-Buyut-Gruda/
Comments
Loading...