Tradisi Meminta Hujan Ujungan

0 430

Tradisi Meminta Hujan Ujungan

Tradisi yang dilakukan dua orang yang dengan sengaja di adu untuk berusaha saling pukul-memukul dengan mempergunakan tongkat yang terbuat dari rotan disebut dengan Ujungan.

Tradisi ini dahulu banyak dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah yang digelar di musim kemarau yang berkepanjangan dengan tujuan untuk memohon turunnya hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tongkat pemukul terbuat dari rotan yang diameternya sebesar ibu cari kaki dewasa dengan panjang sekitar 80 cm.

Adapun ciri-ciri dari tradisi yang satu ini yaitu :

-Dalam tradisi ini dibutuhkan seorang wasit sebagai penengah yang dibantu oleh 2 orang welandang.

-Welandang ini dibekali rotan pemukul atau disebut dengan runcak dan berputar-putar mencari penonton yang jago-jago untuk di adu.

-Sedangkan orang atau penonton yang siap tanding nantinya mengambil rancak yang dibawa oleh welandang, dan oleh welandang nantinya dibimbing untuk memasuki arena.

Cara tradisi ini di mulai yaitu :

-Yang Pertama harus di lakukan kedua pemain yang dipilih oleh Welendang dari penonton bersalaman, lalu disuruh buka baju dan hanya boleh mengenakan celana pendek saja.

-Selanjutnya Welandang memakaikan pemain dengan seragam kelengkapan ujungan seperti pelindung kepala, pelindung tangan, serta penutup perut, tujuannya yaitu untuk keselamatan.

-Sasaran pukulan hanya diperbolehkan pada bagian kaki. Wasit berhak menghentikan ketika terjadi pelanggaran.

-Selang beberapa waktu jalannya permainan, wasit menghentikan permainan dan antar pemain saling menukar rancak pemukul nya.

-Hal ini dimaksudkan agar menghindari salah sangka bahwa salah satu rancak pemukul telah diisi sesuatu yang bisa melemahkan lawannya.

Source Tradisi Meminta Hujan Ujungan adigunaku
Comments
Loading...