Tradisi Membuang ‘Sial’ dengan Larung Rambut Bajang di Kali Comal

0 40

Tradisi Membuang ‘Sial’ dengan Larung Rambut Bajang di Kali Comal

Rambut bajang adalah rambut anak yang dikuncir tidak dipotong oleh orangtuanya sejak bayi hingga menjelang khitanan. Hampir sama dengan rambut bajang di Pegunungan Dieng, anak-anak berambut bajang di Bodeh juga dipercaya memiliki kekuatan tertentu sehingga mesti mendapat perlakuan istimewa.

Rambut bajang dipercaya pertanda akan membawa kemakmuran bagi desa yang ditinggalinya. Meski demikian, di balik kemakmuran ada pula sengkolo atau bencana bila ia tidak dirawat dengan baik. Karenanya anak berambut bajang mesti dirawat hingga menjelang dewasa atau saat ia khitanan.

Tradisi larung rambut bajang adalah melarung atau menghanyutkan rambut bajang si anak dari kali Tarung, salah satu anak Kali Comal di Bodeh, agar terbawa arus sungai hingga laut di utara Jawa. Acara larung ini diikuti dengan arak-arakan ratusan warga berseragam budaya setempat seperti para tokoh pewayangan dan sebelumnya juga dilakukan selamatan masyarakat setempat dengan tumpengan.

Tradisi ini merupakan falsafah hidup yang artinya membuang atau menghanyutkan ‘sengkolo’ ke kali agar hilang terbawa arus sampai ke lautan. Sehingga anak bisa tumbuh menjadi anak yang jauh dari marabahaya yang menghadang dan bisa membangun lingkungan yang ia tinggalinya.

Tradisi yang telah dilakukan sejak ratusan tahun ini, sudah semakin jarang dilakukan di Kecamatan Bodeh, selain itu anak-anak rambut bajang juga sudah sulit ditemukan di daerah Bodeh. Dalam setahun paling satu dua yang masih ada, selain itu larung rambut bajang juga dilakukan paling tiga atau empat tahun sekali.

Source http://www.tribunnews.com/ http://www.tribunnews.com/travel/2016/12/04/tradisi-membuang-sial-dengan-larung-rambut-bajang-di-kali-comal
Comments
Loading...