budayajawa.id

Tradisi Mayu Desa Suku Tengger

0 20

Tradisi Mayu Desa Suku Tengger

Dukun Pandita Desa Wonokitri, Supayadi, menjelaskan, upacara tradisi Mayu Desa yang dilakukan warga suku Tengger di Desa Wonokitri intinya ada dua, yakni Mayu Banyu, dan Mayu Desa.

Dijelaaskan, upacara tradisi Mayu Banyu dilakukan untuk melestarikan sumber air sebagai sumber kehidupan warga suku Tengger di Gunung Bromo. Sedangkan upacara tradisi Mayu Desa dilakukan agar warga masyarakat serta desa yang ditinggalinya aman dari sengkala (bencana).

Upacara tradisi Mayu Banyu dan Mayu Desa dilakukan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaannya selalu dilakukan bertepatan dengan penutupan Hari Raya Karo, yakni Hari Raya bagi suku Tengger di Gunung Bromo. Upacara tradisi Mayu Desa masih tetap lestari di Desa Wonokitri, karena warga tetap setia melaksanakannya, meski biayanaya cukup besar bagi sebagian besar petani itu.

Supayadi menyebutkan, untuk menyelenggarakan upacara tradisi Mayu Desa di Wonokitri tersebut setiap kepala keluarga dikenai biaya Rp 211.000,00, sedangkan jumlah KK di Desa Wonokitri sebanyak 674.

Prosesi upacara tradisi Mayu Desa dimulai dari Balai Desa Wonokitri. Seluruh warga dengan dipimpin para Dukun Pandita melakukan kirab keliling desa dengan membawa berbagai sesaji di dalam banten, serta ancak.

Sejaji kemudian dibawa ke pura setempat untuk dibacakan mantera-mantera. Tahun ini warga suku Tengger di Desa Wonokitri juga melaksanakan kurban seekor kerbau dan dua ekor kambing. Kepala kerbaunya ditanam di tengah simpang empat jalan desa. Sedangkan dua kepala kambingnya dibuang ke jurang di perbatasan desa.

Upacara tradisi Mayu Desa selain diawali dengan sembahyang di pura, juga dilakukan upacara di tempat-tempat yang dianggap keramat bagi warga suku Tengger di Desa Wonokitri, yakni di tandon air yang dianggapnya sebagai instalasi vital bagi warga suku Tengger, serta di sebuah jurang yang dianggap keramat.

Berbagai sesaji yang telah dibacakan mantera di pura, juga dimakan para umat yang mengikuti upacara traisi tersebut, dan sebagian dibuang ke dasar jurang di batas desa yang dianggapanya keramat. Yang menarik selain sesaji, dalam setiap prosesi upacara juga disajikan tarian tradisional tandak, serta minuman bir.

Source http://www.republika.co.id http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/09/11/21/90756-suku-tengger-laksanakan-tradisi-mayu-desa
Comments
Loading...