Tradisi Mantu Kucing Blora

0 261

Tradisi Mantu Kucing Blora

Upacara Mantu Kucing merupakan tradisi menikahkan sepasang kucing (jantan dan betina), yang ditujukan untuk meminta hujan. Tradisi ini diadakan manakala desa dilanda kekeringan dalam jangka waktu yang panjang. Mata pencaharian masyarakat yang sebgaian besar merupakan petani sangat bergantung pada ketersediaan debit air untuk mengairi lahan. Ketika musim kemarau tiba, dan ketersediaan air tidak bisa menjangkau seluruh areal pertanian, masyarakat beranggapan bahwa upacara tersebut harus dihelat. Inti upacara tersebut diawali dengan mengarak kucing jantan keliling desa menggunakan becak hias.

Parade yang turut mengiring kucing tersebut antara lain kelompok kesenian barang, rebana, dan para warga yang membawa sesaji berupa buah serta hasil bumi. Iring-iringan kucing jantan berakhir di kediaman pemilik kucing betina, kemudian kedua kucing tersebut dipertemukan untuk dinikahkan. Suasana ritual mantu kucing ini serupa dengan pernikahan pada umumnya, lengkap dengan perangkat beserta penghulu dan juga wali nikah untuk sang kucing. Proses pelaksanaan tradisi ini sangat sederhana. Meskipun demikian, warga desa sangat antusias melaksanakan ritual ini, karena mereka berharap agar prosesi tersebut berjalan lancar. Lancarnya ritual memberikan besar harapan akan segera turun hujan. Ritual ini diakhiri dengan memanjatkan doa oleh perwakilan petani dan perebutan sesaji mantu kucing oleh warga yang hadir.

Source https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6721
Comments
Loading...