Tradisi Makan Dan Memasak Bubur Asyura

0 234

Tradisi Makan Dan Memasak Bubur Asyura

Banyak Tradisi yang ada di Jawa misalnya Tradisi memasak dan makan bubur asyura ini sudah ada sejak lama dan di jadikan sebagai turun temurun. Pelaksanaannya ini melibatkan banyak orang sehingga  sangat kental dengan nuansa kebersamaannya.

Tujuan dari tradisi ini juga di gunakan sebagai ajang silaturahmi.Terlebih dalam hal ini banyak hal baik dan positif yang dapat diambil dari makna hari Asyura. Karena menyatukan masyarakat, hal ini memberikan dampak baik untuk hidup bermasyarakat

Tradisi  yang satu ini membuat dan makan bubur Asyura . Bubur Asyura dibagikan kepada anak yatim, masyarakat sekitar pada siang hari. Sebagian disisakan untuk warga yang berbuka puasa sunat di masjid.Sehingga tradisi yang satu ini sangat positif bagi masyarakat.

Walaupun  tradisi itu sering dipolemikkan, namun masyarakat tetap melaksanakannya. Masyarakat menilai banyak hal baik yang diperoleh dari kegiatan itu. Saat membuat bubur, wanita dan pria berbagi tugas.Sehingga dapat saling menghargai satu sama lainnya.

Wanita yang sebagian besar para ibu, bertugas meracik bumbu, sedangkan laki-laki menanak nasi hingga menjadi bubur. Bumbunya persis bumbu soto. Hal yang berbeda adalah campuran bahannya yang terdiri 41 jenis sayur dan kacang-kacangan ditambah daging dan telur.Makanan yang satu ini akan tambah nikmat bila di santap secara bersama-sama dengan para tetangga dan sanak saudara.

Para warga ada yang mengartikan tradisi itu sebagai simbol tolak bala. Makin banyak jenis bahan yang dicampurkan, maka dianggap semakin baik. Dalam memperingati hari Asyura, masyarakat diingatkan bersyukur, menjalin silaturahmi, kebersamaan, dan saling berbagi antar sesama.

 

Source Tradisi Makan Dan Memasak Bubur Asyura prosampit
Comments
Loading...