Tradisi Larung Ari-Ari Surabaya

0 226

Tradisi Larung Ari-Ari Surabaya

Upacara adat larung ari-ari jabang bayi adalah prosesi upacara adat melarung atau menghanyutkan ari – ari si jabang bayi yang dikenal di Kota Surabaya. Salah satu kegiatan meruwat ari-ari adalah melarung ari-ari yang merupakan serangkaian upacara menghanyutkan ari-ari bayi ke laut dengan tujuan agar ari-ari tersebut bersatu dengan air, dengan harapan agar kelak anak setelah dewasa mempunyai wawasan luas dan bebas sehingga tahan menghadapi gelombang kehidupan serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Rangkaian acara upacara larung ari-ari diawali dengan kelahiran sang bayi dan dimandikan oleh dukun bayi/bidan, bapak bayi segera mencuci ari-ari dan setelah bersih dimasukkan kedalam kendil disertai kelengkapan garam, bunga telon, buku tulis, pensil, Ayat-2 Al Qur’an, jarum, benang dan kain putih, selanjutnya di-adzani oleh sang bapak dan siap dilarung ke laut. Prosesi arak-arakan larung ari-ari diawali oleh cucuking laku dan diikuti bapak sang bayi dengan menggendong ari-ari yang diapit oleh kakek, nenek serta bersama pengiring berangkat menjuju laut diiringi tembang Mocopat Dandhang Gulo Malatsih. Ditengah laut mereka berhenti lalu ari-ari dikeluarkan dari peti dengan menaburkan bunga ke laut, selanjutnya kendil dipecah pada peti dan dihanyutkan ke tengah sejauh – jauhnya dengan iringan tembang Mocopat Dandhang Gulo dari ibu-ibu.

Acara larungan selesai dan kembali ke darat dengan iringan tembang yang sama, sesampainya di darat sudah tersedia tumpeng dan lauk pauknya serta jenang sengkolo untuk dinikmati bersama setelah pembacaan doa. Selanjutnyapada malam hari diadakan acara hiburan kebahagiaan terhadap kelahiran sang bayi dengan atraksi hadrah & rodath, tari lenggang surabaya serta lawak.

Source Tradisi Larung Ari-Ari Surabaya Cangkruk Nggacor

Leave A Reply

Your email address will not be published.