Tradisi Kolak Ayam Gresik yang Tak Lekang oleh Waktu

0 157

Tradisi Kolak Ayam Gresik yang Tak Lekang oleh Waktu

Memasuki malam Ramadan ke-23, warga Kabupaten Gresik, khususnya yang berada di Desa Gumeno punya tradisi unik. Konon tradisi ini sudah berlangsung selama lima abad lamanya. Namanya adalah tradisi kolak ayam di mana para warga Desa Gumeno memasak makanan yang bernama ‘kolak ayam’ tersebut.

Jika kita mengenal kolak sebagai makanan yang manis, kolak buatan warga Desa Gumeno ini berbeda. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat.

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem melakukan dakwah di Desa Gumeno pada tahun 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit. Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggiring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit).

Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada tanggal 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. Dalam mimpi itu ia mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni ia harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan kelapa. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Yang unik dari titah ini adalah para peramu masakan dan juru masak makanan penyembuh Sunan Dalem ini harus laki-laki, dari yang muda sampai tua. Pun memasaknya harus di atas kuali dari tanah liat dengan api dari kayu bakar. Masakan ini pun kemudian disebut dengan ‘kolak ayam’. Namun sebenarnya sebutan ‘Kolak Ayam’ berasal dari bahasa Arab kholaqul ayyam yang artinya ‘mencari berhati-hari’ merunut dari kisah sakitnya Sunan Dalem tersebut.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya.

Lantaran hanya dilakukan setahun sekali, itupun pada bulan suci Ramadan, tradisi turun temurun ini makin sering dikunjungi warga di luar Gresik seperti dari Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Surabaya. Maka, setiap tradisi ini digelar, porsi Kolak Ayam yang disajikan pun sampai ratusan bahkan ribuan. Terlebih kita tidak akan menemukan sajian ini di desa lain di Kabupaten Gresik karena memang di Desa Gumeno inilah Kolak Ayam mulai dikenal.

Source www.goodnewsfromindonesia.id https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/06/15/kolak-ayam-tradisi-gresik-yang-tak-lekang-oleh-waktu
Comments
Loading...