Tradisi Kirab Kiyai Golok Tulungagung

0 337

Tradisi Kirab Kiyai Golok Tulungagung

Ratusan warga Desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, menggelar Kirab Pusaka Kyai Golok dalam rangka Grebek Maulid. Kegiatan ini tidak hanya untuk memperingati Maulid Nabi namun juga untuk memperingati berdirinya tanah perdikan Majan. Selain dihadiri warga sekitar, kirab juga dihadiri perwakilan Sultan dan Raja di Nusantara.

Kirab Pusaka ini diawali dengan arak-arakan warga Majan dan kumandang Sholawat yang diiringi tabuhan rebana, disusul iring-iringan tokoh masyarakat berpakaian adat jawa yang memikul tandu berisi peti Kyai Golok serta tumpeng raksasa. Kyai Golok ini diarak dari Pendopo Desa majan menuju Masjid Khasan Mimbar yang ada di desa setempat. Saat tiba di serambi masjid, kotak pusaka Kyai Golok di buka dan diserahkan kepada keturunan kyai Khasan Mimbar, pendiri masjid di desa tersebut. Pada saat diserahkan ini, pusaka dipertotonkan kepada warga, yang sudah berjubel untuk melihat pusaka desa mereka.

Menurut Ketua Panitia kirab pusaka dan grebek Maulid, Ali Sodik, arak-arakan ini merupakan tradisi leluhur yang harus di lestarikan. Kyai Golok merupakan pusaka yang diberikan oleh Raja Mataram Sinuhun Pakubuwono II kepada Kyai Khasan Mimbar. Kyai Khasan Mimbar juga mendapat sebuah tanah perdikan. Denga Kyai Golok, Kyai Khasan Mimbar menyebarkan agama Islam sesuai syariatnya.

Menurut Ali Sodik “Grebek Agung Maulid ini sebagai tradisi yang harus dilestarikan. Kyai golok ini merupakan senjata yang digunakan untuk babat tanah perdikan dan juga untuk menyebarkan agama Islam di Tulungagung. Kita tidak hanya mengundang warga sekitar namun juga perwakilan Sultan dan Raja-raja di Nusantara ini”.

Menurut salah satu tamu undangan, Pangeran Nata Adiguna Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat, kegiatan Grebek Agung Maulid Desa Majan ini sangat bagus sekali. Nantinya bisa sebagai tujuan wisata budaya di Tulungagung.

“Kegiatan ini tidak hanya mengangkat nama Tulungagung saja, Jawa Timur juga bahkan Indonesia. Kenapa, karena Grebeg Agung Maulid ini sarat dengan budaya Jawa yang sangat kental dan bisa menjadi tujuan wisata budaya nantinya,” ujar Pangeran Nata Adiguna Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat

Karena di laksanakan setahun sekali, acara kirab pusaka dan Grebeg Maulid ini menjadi tontonan warga. Ratusan warga yang penasaran, sejak sore sudah menunggu di sekitar masjid, menunggu arak-arakan kirab pusaka tiba. Selain kirab pusaka, kirab ini juga menampilkan atraksi pencak silat yang di mainkan para pemuda desa setempat.

Source Tradisi Kirab Kiyai Golok Tulungagung Agtvnews.com
Comments
Loading...