Tradisi Kirab Jodang Di Yogyakarta

0 145

Tradisi Kirab Jodang Di Yogyakarta

Kirab ini sering disebut dengan julukan Kirab Jodang. Kirab ini bertujuan agar semua warga dapat merasakan berkat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kira Jodang ini dimulai dari salah satu rumah warga dan berakhir di areal persawahan. Setibanya di areal persawahan, ubarampe tersebut kemudian di do’aka oleh rois setempat. Seluruh warga khusuk dalam memanjatkan do’anya. “Prosesi do’a ini dipanjatkan sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil yang telah didapat petani dan segala macam pekerjaan yang telah dapat terselesaikan serta meminta berkah agar padi yang ditanam menjadi bernas dan panjang umur”, ujar Mardianto, selaku rois setempat.

Untuk melengkkapi prosesi tersebut, petani membawa 4 pincuk jenang sumsum dan dan pisang yang mana akan diletakkan pada keempat sudut sawah dan 1 pincuk lagi yang akan diletakkan pada bagian tulakan (jalan masuk air pada sawah). Pincuk yang diletakkan pada keempat sudut sawah ini bertujuan sebagai penolak bala dengan harapan agar hama dan penyakit tidak menyerang padi. Sedangkan pincuk yang diletakkan dibagian tulakan dimaksudkan agar air yang mengaliri sawah adalah air yang bersih dan menyuburkan padi.

Setelah proses berdo’a selesai, dilanjutkan dengan acara theatrical yang mana menggambarkan Dewi Sri dan Burung Gagak. Kisah Dewi Sri ini merupakan suatu kisah warisan nenek moyang yang sudah terkenal seja jaman dahulu yang identik dengan masa tanam padi. Acara theatrical ini mengandug makna perpaduan dan kerukunan warga yang akan selalu hidup rukun dan serasi dengan alam serta melambangkan ketakwaan manusia dan pencipta yang mana akan dapat menyingkirkan sikap buruk yang terkadang tidak disadari oleh manusia itu sendiri. Dalam theatrical ini, warga menggunkan patung Dewi Sri dan anak-anak yang berdandan seperti burung gagak. karena burung gagak identik dengn burung yang sangat sering memakan padi warga, pada acara ini ibu-ibu petani akan mengusir gagak-gagak itu agar padi mereka tidak habis dimakan burung.

Seusai melakukan acara theatrical, jenang blawok yang telah dibuat akan dibagikan kepada seluruh warga yang mengikuti upacara tedun ini. Dalam prosesi upacara kali ini, jenang blowok yang dibuat sekitar 500 cup. Pembagian jenang ini merupakan wujud rasa syukur petani atas limpahan rahmat dan rizki yang telah didapatkannya. Upacara ini sempat tergerus oleh jaman, akan tetapi, beberapa warga masih memegang teguh budaya warisan nenek moyang dan bertekat untuk tetap melanjutkan tradisi ini serta sebagai bentuk nguri-uri budaya agar tidak ditinggalkan oleh generasi penerusnya.

Source http://jogjatv.tv http://jogjatv.tv/events/upacara-tedun-dusun-tlacap/
Comments
Loading...