Tradisi Keresan Mojokerto

0 207

Tradisi Keresan Mojokerto

Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad¬†SAW (Maulid Nabi) yang jatuh hari ini diperingati meriah oleh warga Desa Mengelo, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Ribuan warga menggelar tradisi ‘Keresan’, yakni tradisi berebut aneka hasil bumi dan pakaian sebagai ucapan syukur atas kelahiran nabi umat Islam.

Di bawah langit mendung, ribuan warga dari berbagai Desa di Kecamatan Sooko tumpah ruah di halaman Masjid Darussalam, Desa Mengelo. Dua pohon Keres atau pohon talok berdiri tegak di halaman masjid. Pohon tak berakar ini nampak berbuah lebat. Namun, bukan buah keres berbentuk bulat kecil berasa manis yang terlihat. Melainkan berbagai buah dan hasil bumi yang diikat di setiap ranting pohon seribu cabang ini. Tak hanya itu, aneka pakaian pria dan wanita, topi, kaos kaki, sepatu, serta pakaian anak-anak juga diikat di ranting pohon talok ini.

Menurut Sholeh, Ketua panitia Keresan kepada wartawan di lokasi.”Kami menyebutnya tradisi Keresan karena menggunakan pohon keres untuk memasang aneka barang yang diperebutkan warga.” Ketua panitia Keresan Sholeh menuturkan, tradisi Keresan ini digelar setiap tahun untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh hari ini. Pohon Keres berbuah lebat oleh aneka hasil bumi sebagai simbol kelahiran Muhammad membawa berkah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Ribuan pasang mata tertuju pada kedua pohon Keres itu. Usai di doakan, kedua pohon yang sarat berbagai hadiah itu pun menjadi bulan-bulanan warga. Tak hanya kaum pria, ibu-ibu sampai anak-anak pun terlihat berjibaku demi mendapatkan hadiah Maulid Nabi itu. Hanya dalam hitungan menit, ribuan hasil bumi, pakaian, sepatu, kaos kaki dan barang lainnya yang diikat di pohon keres ludes diperebutkan warga. Meski demikian, tradisi Keresan ini berlangsung damai. Warga berangsur meninggalkan lokasi setelah puas berebut ‘buah keres’.

Source Tradisi Keresan Mojokerto Detiknews
Comments
Loading...