Tradisi Kawalu Masyarakat Suku Baduy

0 54

Suku Baduy merupakan salah satu komunitas masyarakat adat yang letaknya di propinsi Banten, tepatnya di desa Kanekes, kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Dengan kotanya yang lebih dikenal dengan nama Rangkasbitung.  Komunitas masyarakat adat ini memiliki kebudayaan yang unik dan ciri khas tersendiri dibandingkan dengan masyarakat lain. Baik itu karakteristik bangunan rumah, pakaian, maupun upacara adatnya.

Upacara Kawalu ini merupakan salah satu ajaran kepercayaannya yang bernama Sunda Wiwitan.  Ajaran ini terus dijaga dan dilestarikan. Dan itu memberi mereka keyakinan bahwa masyarakat Baduy merupakan keturan langsung atau berasal dari nabi Adam. Mengenai ajaran kepercayaannya itu lebih di wujudkan pada sikap dan perilakunya. Seperti dalam berinteraksi dengan sesama manusia (harus ramah dan selalu menjaga sopan santun) dan dalam hubungannya dengan lingkungan alamnya yang harus dijaga serta harus dilestarikan. Dilarang merusak dan mencemarinya. Sesuai pribahasa  orang Baduy ; Lonjor teu menuang dipotong, pondok teu menang disambung, kurang teu menang ditambah, leuwih teu menang dikurang. Arti harfiahnya adalah ”panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung, kurang tidak boleh ditambah, dan lebih tidak boleh dikurangi”.

Tradisi Kawalu tersebut berlangsung sejak nenek moyang hingga kini masih dipertahankan oleh suku Baduy. Mereka melaksanakan tradisi Kawalu pertama itu mulai Februari, dan Maret Kawalu dua serta Kawalu ketiga pada April mendatang.

Selama perayaan Kawalu, wisatawan domestik maupun mancanegara dilarang memasuki kawasan Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikawartana dan Cikeusik. Mereka menjalankan tradisi Kawalu penuh khusyuk dan penuh sederhana. Warga Baduy sambil berdoa meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar negara ini diberikan rasa aman, damai, dan sejahtera. “Kalau negara ini aman dan damai tentu masyarakat akan sejahtera.”

Perayaan Kawalu merupakan salah satu tradisi ritual yang dipercaya oleh warga Baduy Dalam sehingga perlu menghargai dan menghormati keyakinan agama yang dianut mereka. “Selama melaksanakan Kawalu, kondisi kampung Baduy Dalam sepi karena mereka berpuasa dan banyak memilih tinggal di rumah-rumah.”

Source https://seribujendelahujan.wordpress.com/2014/12/24/upacara-kawalu-membentuk-kerukunan-masyarakat-baduy/ https://seribujendelahujan.wordpress.com
Comments
Loading...