Tradisi Jodhangan Dusun Srunggo Yogyakarta

0 27

Tradisi Jodhangan Dusun Srunggo Yogyakarta

Bukan Jogja namanya jika tidak menawarkan pesona wisata budaya yang unik dan menarik. Selain menawarkan pesona cembeng dalam rangkaian acara musim giling Pabrik Madukismo, Bantul memiliki beragam tradisi menarik lainnya.

Salah satu yang masih lestari hingga kini adalah tradisi Jodhangan. Jodhangan sendiri merupakan tradisi budaya bagi masyarakat Dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul yang diadakan pelataran Goa Cerme di perbukitan Imogiri.

Gua Cerme merupakan sebuah lokasi yang disakralkan oleh masyarakat setempat sebagai tempat suci warisan Walisongo. Konon katanya, gua ini merupakan tempat bermusyawarahnya para tokoh Islam. Tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun-menurun ini diselenggarakan pada Ahad Pahing di bulan Besar atau Dzulhijjah, bulan dalam hitungan kalender Jawa atau Islam.

Di tahun 2014 ini, tradisi Jodhangan jatuh pada hari Ahad Pahing tanggal 9 November 2014. Kirab Jodhang dimulai dari halaman balai desa Selopamioro dan berakhir di Goa Cerme. Jarak tempuh diantara keduanya mencapai 1 kilometer.

Tradisi ini dilakukan dengan melakukan kirab bersama dengan puluhan jodang berisi nasi lengkap dengan lauk pauk, sayuran, buah-buahan serta padi yang telah menguning. Puluhan Jodhang ini dipikul oleh warga yang mengenakan busana adat Jawa.

Isi jodhang yang merupakan salah satu wujud bersyukurnya warga atas rahmat, berkat dan rejeki yang sekaligus sebagai permohonan doa kepada Tuhan. Sebelum kirab Jodhang dimulai, diadakan acara bersih desa yang mengandung makna agar warga Srunggo dijauhkan dari beragam hal yang bersifat negatif, seperti hubunga antar warga yang tidak harmonis dan lunturnya semangat memajukan daerah.

Source http://yogyakarta.panduanwisata.id/ http://yogyakarta.panduanwisata.id/daerah-istimewa-yogyakarta/bantul/jodhangan-dusun-srunggo-sebuah-upacara-adat-gua-cerme/

Leave A Reply

Your email address will not be published.