Tradisi Jawa Upacara Pemberangkatan Jenazah

0 549

Tradisi Jawa Upacara Pemberangkatan Jenazah

Dalam tradisi di Jawa biasanya setelah mayat sudah di mandikan dan di kafani biasanya di solatkan dan di hantarkan ke peristirahatan terakhirnya.Adapun upacara penghantaran orang yang meninggal ialah sebagai berikut :

1.Sekitar jam dua siang hari atau sudah di lakukan sholat untuk jenazah dari  segala persiapan biasanya sudah selesai, maka jenazah pun diberangkatkan ke pemakaman yang diiringi oleh para  tetangga yang telah hadir.

2.Pada tradisi Jawa sebaiknya orang yang meninggal jangan di tangisi secara berlebihan. Sebaliknya harus bersikap ikhlas melepas kepergiannya dan menerima nasibnya dengan tawakal.

3.Dilakukan suatu  upacara yang disebut dengan “upacara brobosan” sebelum mayat tersebut di berangkatkan ke pemakanan. Upacara brobosan ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orang tua atau keluarga mereka (jenazah) yang telah meninggal dunia. Upacara brobosan diselenggarakan di halaman rumah orang yang meninggal sebelum dimakamkan dan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua.

4.Tetapi dalam pelaksanaan upacara tersebut, biasanya diawali dengan beberapa sambutan dan ucapan belasungkawa oleh beberapa pamong desa. Orang yang hadir biasanya berdiri. Upacara brobosan tersebut dilangsungkan dengan tata cara sebagai berikut:

1)   Peti mati dibawa keluar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas setelah upacara doa kematian selesai.

2)   Anak laki-laki tertua, anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan, berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama tiga kali dan searah jarum jam.

3)   Urutan selalu diawali dari anak laki-laki tertua dan keluarga inti berada di urutan pertama; anak yang lebih muda beserta keluarganya mengikuti di belakang.

5.Setelah di lakukan upacara tersebut lalu orang yang meninggal di antarkan ke tempat pemakaman biasanya di pikul tandunya oleh anak yang dewasa atau keluarga laki-laki, sedangkan seorang memegang payung untuk menaungi bagian dimana kepala jenazah berada. Adapun urutan untuk melakukan perjalanan ke pemakaman juga diatur.Di antaranya ialah:

1.Yang berada diurutan paling depan adalah penabur sawur (terdiri dari beras kuning dan mata uang), kemudian penabur bunga dan pembawa bunga, pembawa kendi, pembawa foto jenazah, keranda jenazah,

2.Dan  dibagian paling belakang adalah keluarga maupun kerabat yang turut menghantarkan. Namun dalam keyakinan orang Jawa, seorang wanita tidak diperkenankan untuk memasuki area pemakaman. Biasanya yang masuk ke pemakaman hanya yang laki-laki dan melepaskan alas kakinya.

Source Tradisi Jawa Upacara Pemberangkatan Jenazah satya.inc
Comments
Loading...