Tradisi Jawa : Gebyuran Bustaman 2019, Purwodinatan Semarang

0 25

Keberagaman seni tradisi yang dimiliki oleh Indonesia tidak akan ada habisnya dan semua ini malah berkembang secara actual didalam masyarakatnya. Salah satunya Gebyuran Bustaman  yang merupakan sebuah tradisi yang dilakukan penduduk Kampung Bustaman dengan menirukan Kyai Kertoboso Bustan yang dulu menjelang menghadapi bulan Puasa, selalu mengebyur (memandikan) cucu-cucunya di sumur tua dekat dengan Mushola di Kampung Bustaman.

Tetapi sekarang tradisi itu di kreasi dengan  dengan cara saling melempar air (Gebyuran) berwarna-warni yang dimasukan didalam plastik yang maknanya untuk membersihan segala kotoran yang ada di dalam diri manusia.

Tradisi Gebyuran Bustaman ini diadakan oleh masyarakat kampung Bustaman, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah yang pada tahun 2019 ini, bekerja sama dengan Pemkot Semarang. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 28 April 2019, pada pukul 15.30 sampai selesai.

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang, Indriyasari yang didampingi oleh para sesepuh Kampung Bustaman, dimana sebelumnya secara simbolis dengan mengarak air dalam kendi mengelilingi Mushola yang ada di tengah Kampung Bustaman.

“Sebuah acara yang unik yang mempunyai nilai history dimana kontennya sangat jelas, yang kedepannya diharapkan dikemas dengan lebih baik sehingga tidak hanya menarik warga kampung Bustaman dan sekitarnya, tetapi bisa menarik wisatan lokal bahkan wisatawan asing, “ ujar Indriyasari selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang.

Sebuah kemasan sederhana warga Kampung Bustaman yang kemudian berkembang menjadi lebih menarik dari tahun ketahun. Dari sinilah Pemkot Semarang menjadi tertarik untuk ikut membina dan mengulurkan tangan untuk ikut mempromosikan dengan memasukan didalam kalender event Kota Semarang yang akan selalu dievaluasi untuk menjadi tontonan yang lebih menarik.

Pada tahun ini, Gebyuran Bustaman memakai tema “Bustaman untuk Dunia” yang mempunyai arti, agar tradisi ini mengikuti kepopularan dari Raden Saleh yang telah mendunia, sehingga Kampung Bustaman lebih dikenal tidak hanya di Semarang saja tetapi lebih luas diseluruh dunia.

Kyai  Kertoboso Bustam merupakan trah dari Raden Saleh yang dikenal oleh dunia dengan lukisannya. Dan sekarang ini Kampung Bustaman ada tadisi lokal yang menarik berupa Gebyuran Bustaman disamping kampung juga terkenal sudah lama dengan gulai Bustamannya.

Tradisi Gebyuran Bustaman tahun ini sudah yang ke 7 kali, dimana diselenggarakan setiap menjelang puasa. Ada yang unik didalam acara ini, dimana sebelum Gebyuran, semua yang hadir disini mukanya di corang-coreng yang menyimbolkan memunculkan kejelekan yang ada didalam diri manusia, yang pada akhirnya akan hilang ketika di gebyur dengan air

.Gebyuran Bustaman merupakan acara puncak, dimana sebelumnya banyak rangkaian acara yang mengiringi selama 7 hari, seperti pertunjukan Theater Lingkar, Lomba Foto, Cengkir Semarangan, Kampung Petengan dan Kuliner Petengan yang semuanya ini tidak hanya diikuti oleh warga Bustaman tapi banyak dari luar Semarang, seperi Yogyakarta, Solo, Bandung bahkan Surabaya.

“Sebuah acara tradisi lokal yang dikemas menjadi sebuah acara yang menarik serta mengikuti perkembangan jaman yang sangat layak dikembangkan dan dilestarikan secara nyata,” ujar Winarto Sonata, salah satu tokoh remaja yang ikut membesarkan trasidisi ini.

Diakhir acara ini, semua peserta makan bersama (kembul dulur) yang sudah disediakan oleh panitia berupa makanan khas bernama oyol semacam makanan ringan yang terbuat dari pati yang dikasih bumbu pedas, nasi gudangan dengan lauk pauknya dan tidak lupa ungkep gulai yang merupakan ciri khas makanan Kampung Bustaman.

“Makna falsafah dalam Gebyuran Bustaman ini sangat dalam arti yang sebenarnya, dimana ini semua  layak diterapkan didalam kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari, dengan membersihan diri, menjelang bulan puasa dalam arti bersih secara total,” ujar Hari Bustaman, selaku salah satu penggagas Gebyuran Bustaman ini.

Source https://myimage.id https://myimage.id/gebyuran-bustaman-2019/
Comments
Loading...