Tradisi Adat Jawa Puputan

0 1.080

Tradisi  Adat Puputan

Upacara puputan bagi masyarakat Jawa sudah tidak asing lagi tradisi ini merupakan adat turun temurun sejak zaman dahulu. Upacara puputan biasanya ditandai dengan suatu pemasangan seperti  (bawang merah, dlingo bengle yang dimasukkan ke dalam kupat), dan aneka macam duri kemarung di sudut-sudut kamar bayi.

Penyelenggaraan upacara ini dengan mengadakan kenduri atau selamatan yang dihadiri oleh kerabat dan tetangga terdekat. Sesajian  yang berupa makanan disediakan dalam upacara puputan antara lain nasi gudangan yang terdiri dari nasi dengan lauk pauk, sayur-mayur dan parutan kelapa, bubur merah, bubur putih dan jajan pasar.

Di halaman rumah dipasang tumbak sewu, yaitu sapu lidi yang didirikan dengan tegak. Di tempat tidur si bayi diletakkan benda-benda tajam seperti pisau dan gunting.

Pada upacara puputan ini terdapat makna atau lambang yang tersirat, antara lain sebagai berikut :

-Nasi gudangan mengandung makna kesegaran jasmani dan rohani sang bayi.

-Jajan pasar melambangkan kekayaan untuk si bayi.

-Tumbak sewu yang di beri bawang dan cabai  memiliki makna untuk menolak makhluk gaib jahat supaya tidak mengganggu keselamatan sang bayi.

-Daun nanas yang diolesi hitam dan putih menyerupai ular welang mengandung makna magis yang mampu menakut-nakuti makhluk halus jahat yang hendak memasuki kamar bayi.

-Pisang raja melambangkan agar si bayi kelak berbudi luhur atau memiliki derajat mulia.

-Tumbak sewu (sapu lidi yang diberi bawang dan cabai) memiliki makna untuk menolak makhluk gaib jahat supaya tidak mengganggu keselamatan sang bayi.

-Duri dan daun-daunan berduri (duri kemarung dipasang di penjuru rumah mengandung maksud agar dapat menolak gangguan bencana gaib dari makhluk halus jahat.

-Dedaunan apa-apa, awar-awar, dan girang memiliki makna agar kelahiran tidak mengalami suatu gangguan (apa-apa), semua kekuatan jahat menjadi tawar (awar-awar), dan seluruh keluarga akan bergembira (girang).

-Coreng-coreng hitam dan putih pada ambang pintu untuk menolak pengaruh jahat yang akan masuk melalui pintu.

Source Tradisi Jawa Adat Puputan mikirbae
Comments
Loading...