Tradisi Gunungan Ketupat Syawal Klaten

0 41

Tradisi Gunungan Ketupat Syawal Klaten

Usai Lebaran, bukan berarti perayaan selesai begitu saja. Selain Idulfitri yang dirayakan umat Islam di seluruh dunia, bulan Syawal juga merupakan bulan penting bagi masyarakat Indonesia. Akulturasi budaya lokal dan agama Islam menciptakan tradisi unik yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Daerah yang punya tradisi unik di bulan Syawal adalah Klaten. Tradisi bernama Gunungan Ketupal Syawal ini diselenggarakan di Bukit Sidoguro, Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Tradisi Gunungan Ketupat Syawalan di Kabupaten Klaten acap kali diadakan sepekan setelah perayaan Idul Fitri 1438 H. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas berkah pengampunan dosa dari Tuhan Yang Maha Esa serta sebagai ajang silahturahmi masyarakat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah warga melakukan prosesi kirab gunungan ketupat yang dimulai dari gerbang pintu Rowo Jombor menuju Bukit Sidoguro dengan jalan menanjak sekitar 300 meter. Sesampainya di puncak bukit, sebanyak 13 gunungan ditata untuk didoakan dan diperebutkan oleh masyarakat untuk mencari berkah.

“Kupat (ketupat) dibungkus janur, berasal dari bahasa arab ja a an Nur yang berarti datangnya cahaya. Kupat diartikan mengaku lepat (salah), dan kupat ketika dibelah isinya putih mengibaratkan hati kita yang bersih dari iri dengki,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Klaten, Joko Wiyono. Joko menambahkan, tradisi syawalan ini perlu dilestarikan karena mempunyai nilai-nilai luhur yang layak di pertahankan yakni saling memaafkan. Selain itu tradisi ini juga menjadi ajang promosi pariwisata Klaten.

Source https://www.wego.co.id/ https://www.wego.co.id/berita/tradisi-unik-di-bulan-syawal/
Comments
Loading...