Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji Malang

0 59

Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji Malang

Grebeg Tirto Aji adalah acara tahunan Suku Tengger yang dilakukan antara bulan April atau Mei. Kegiatan agama suku Tengger ini dilaksanakan setiap tahun di tempat yang sama yakni di Pemandian Mendit, di Kabupaten Malang.

Pemerintah Kabupaten Malang ternyata memang baru mempublikasikan dan membuat acara ini bisa dilihat secara umum sejak tahun 2013 lalu. Setelah berunding dengan ketua adat Suku Tengger, Pemerintah Kabupaten Malang khususnya Dinas Pariwisata Malang menjadi salah satu bagian yang mendukung acara ini tiap tahunnya.

Acaranya sendiri dimulai dengan mengarak jampana sayuran dan buah-buahan hasil bumi dari masyarakat Tengger mulai dari pintu masuk hingga pendopo. Berbubung acara juga didukung pihak pemerintahan Kabupaten Malang, Bupati Rendra Kresna pun turut hadir dalam acara. Kemudian dilanjut dengan tari 7 Bidadari sebagai perlambang untuk mengambil air. Setelah tari selesai, Bapak Bupati yang nanti mengambil air suci untuk warga yang disaksikan ketua adat Suku Tengger.

Grebeg Tengger Tirto Aji, nama yang asing terdengar bagi saya. Meski hampir 4 tahun tinggal di Malang, saya belum pernah sekalipun mendengar acara ini. Ternyata acara Grebeg Tirto Aji merupakan acara tahunan Suku Tengger yang dilakukan antara bulan April atau Mei. Ketika saya tanya salah satu warga Tengger sendiri, tak ada tanggalan pasti untuk mengadakan acara ini tetapi yang jelas dilaksanakan setelah musim panen selesai. Kegiatan agama suku Tengger ini dilaksanakan setiap tahun di tempat yang sama yakni di Pemandian Mendit, di Kabupaten Malang.

Pemerintah Kabupaten Malang ternyata memang baru mempublikasikan dan membuat acara ini bisa dilihat secara umum sejak tahun 2013 lalu. Setelah berunding dengan ketua adat Suku Tengger, Pemerintah Kabupaten Malang khususnya Dinas Pariwisata Malang menjadi salah satu bagian yang mendukung acara ini tiap tahunnya.

Acaranya sendiri dimulai dengan mengarak jampana sayuran dan buah-buahan hasil bumi dari masyarakat Tengger mulai dari pintu masuk hingga pendopo. Berbubung acara juga didukung pihak pemerintahan Kabupaten Malang, Bupati Rendra Kresna pun turut hadir dalam acara. Kemudian dilanjut dengan tari 7 Bidadari sebagai perlambang untuk mengambil air. Setelah tari selesai, Bapak Bupati yang nanti mengambil air suci untuk warga yang disaksikan ketua adat Suku Tengger.

Setelah prosesi pengambilan air selesai barulah proses syukuran berlangsung dengan membacakan doa-doa baik untuk kebaikan dan keselamatan warga juga keberhasilan untuk hasil tanam selanjutnya. Bisa ditebak setelah acara doa selesai, warga pun langsung merubung dan rebutan jampana sayuran maupun buah-buahan. Rebutan nasi tumpeng pun tak kalah ramai. Segala usia berebut mengambil “buruan” tebanyak.

Esensi dari Grebeg Tirto Aji sendiri merupakan wujud rasa syukur yang dihaturkan warga kepada Sang Pencipta. Selain wujud rasa syukur dengan memberikan sesaji, warga tengger pun berbagi berkah dengan warga sekitar melalui jampana yang telah dibuat. Juga, prosesi pengambilan air di sumber mata air Sidodaren untuk dibawa warga ketika kembali ke Tengger. Suku Tengger sendiri percaya jika air di Bromo bersumber dari mata air di Pemandian air Mendit yakni mata air Sidodaren tersebut. Air tersebut nantinya disiramkan ke ladang maupun diminum untuk kesehatan.

Source Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji Malang Kompasiana
Comments
Loading...