Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto, Tradisi Menyambut Bulan Maulud di Temanggung

0 424

Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto

Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan masyarakat desa Sukomarto dalam menyambut bulan Mulud/Maulud sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tujuan lain penyelenggaraan tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melestarikan adat budaya nenek moyang. Bebek menjadi simbol tradisi ini karena banyak masyarakat desa yang berprofesi sebagai peternak bebek dan bebek Bentisan yang diternakkan memiliki kelebihan dibandingkan bebek yang lain.

Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto atau ada yang menyebutnya Tradisi Grebeg Bebek Bentisan diselenggarakan di dusun Bentisan, desa Sukomarto, kecamatan Jumo, kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Tradisi ini mulai diselenggarakan sejak tahun 2012 lalu.

Hasil gambar untuk tradisi grebeg bebek sukomarto temanggung

Lokasi puncak acara Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto Temanggung berada di kompleks makam Sayyid Abdurrahman yang berada di tengah-tengah pemukiman warga. Rute terdekat menuju ke lokasi acara tersebut dari pusat kota Temanggung menuju ke arah kecamatan Kedu. Dari kecamatan Kedu carilah jalan menuju ke kecamatan Jumo. Saat tiba di wilayah kecamatan Jumo tanyalah letak desa Sukomarto sebagai lokasi acara grebeg tersebut. Jalan yang dilalui cukup banyak simpangan namun terhitung lebih singkat dibandingkan bila melewati daerah Ngadirejo.

Asal usul Sayyid Abdurrahman semasa hidupnya merupakan ulama besar yang menyebarkan agama Islam dan tinggal di daerah Jumo Temanggung. Beliau mengajarkan beternak bebek yang saat ini jenisnya dikenal dengan nama Bebek Bentisan.

Tata Pelaksanaan Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto

Acara Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto Temanggung dimulai dengan kirab budaya yang dimulai dari halaman balai Desa Sukomarto menuju ke kompleks makam Sayyid Abdurrahman yang berjarak sekitar 1 (satu) kilometer. Barisan kirab tersebut terdiri dari jajaran perangkat pemerintah desa setempat yang berpakaian adat jawa, barisan para ulama, beberapa gunungan hasil bumi, replika atau patung bebek, barisan pembawa nasi tumpeng ingkung bebek, dan kesenian tradisional setempat. Sepanjang jalan yang dilalui kirab budaya tersebut dipadati oleh penonton yang berasal dalam daerah dan dari luar daerah. Penonton cukup antusias dengan penyelenggaraan acara ini terbukti sebelum acara dimulai lokasi acara sudah dipadati oleh penonton.

Rombongan kirab budaya yang memasuki halaman makam Sayyid Abdurrahman segera menempatkan posisinya masing-masing. Gunungan hasil bumi diletakkan di halaman depan pintu masuk makam sedangkan 1000 nasi tumpeng ingkung bebek diletakkan di bangunan samping makam untuk sedekah massal atau acara makan bersama. Beberapa barisan pasukan kirab berjaga mengelilingi gunungan agar penonton tidak berusaha mendekat. Rangkaian Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto dilanjutkan dengan ziarah atau ritual doa di cungkup makam Sayyid Abdurrahman. Acara ziarah ini diwakilkan oleh beberapa perangkat pemerintahan dan para ulama yang hadir. Acara selanjutnya dilakukan doa bersama oleh semua penonton yang hadir dan dipimpin oleh pemuka agama.

Acara berebut gunungan hasil bumi merupakan acara yang paling ditunggu-tunggu penonton yang sejak tadi memadati halaman makam Sayyid Abdurrahman. Setelah acara doa bersama selesai, penonton langsung dipersilakan merebut isi gunungan yang telah dipersiapkan. Tanpa dikomando, para penonton langsung bergerak maju untuk saling berebut gunungan hasil bumi yang jumlahnya beberapa buah tersebut. Penonton yang berada di luar berusaha memasuki halaman makam untuk turut serta merebut gunungan tersebut. Hanya kurang dari dua menit gunungan hasil bumi yang diperebutkan habis tidak bersisa. Acara langsung dilanjutkan dengan sedekah massal dengan makan bersama nasi tumpeng ingkung bebek yang sebelumnya dikirab.

Acara utama Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto Temanggung sudah berakhir namun acara perlombaan dan hiburan baru saja akan dimulai. Salah satu perlombaan yang menarik untuk disimak adalah perlombaan Balap Bebek Bentisan. Perlombaan balap bebek ini cukup unik karena jarang ditemukan di tempat ini. Selain itu juga diselenggarakan lomba lain yang tidak kalah menarik seperti panjat pinang, turnamen sepak bola, tarik tambang, dan sebagainya. Kegiatan lain yang turut menyemarakan Tradisi Grebeg Bebek Sukomarto antara lain pengajian akbar, pentas kesenian daerah, dan pentas wayang kulit.

Hasil gambar untuk tradisi grebeg bebek sukomarto temanggung
perlombaan Balap Bebek Bentisan
Source Budaya Tradisi Maulud
Comments
Loading...