Tradisi Ganti Sirap Masyarakat Cirebon

0 259

Tradisi penggantian sirap telah dilakukan setiap 4 tahun untuk semua bangunan dengan atap sirap kayu di dalam Kompleks Kabuyutan Trusmi tetapi kemudian diubah untuk dilakukan setiap empat tahun dengan membaginya menjadi dua fase secara bergantian. Sirap kayu yang digunakan terbuat dari kayu jati dan dibuat di Kabuyutan Trusmi oleh sekelompok tukang kayu yang diundang datang dari baik desa Trusmi maupun tetangga desa.

Jumlah tukang kayu yang datang dapat mencapai sekitar 20-50 orang dengan membawa peralatan dan mesin mereka sendiri dan dikoordinasi oleh Kyai di Kabuyutan Trusmi. Bahan kayu jati dapat diperoleh dari kebun jati di bagian belakang dan samping Kabuyutan Trusmi dan area lainnya di tanah-tanah wakaf masyarakat yang sengaja ditanami untuk kebutuhan ganti sirap. Kekurangan bahan dapat dibeli dari pasar kayu domestik.

Tradisi penggantian sirap terakhir dilakukan pada 2010, dan yang berikutnya akan dilakukan pada 2014. Pada tradisi ganti sirap yang terakhir lima pohon jati telah dipotong dari kebun jati. Penanaman kayu jati terakhir dilakukan pada 2008. Dimensi sirap kayu yang digunakan adalah 45x18x1.8 cm. Perkubik kayu dapat menghasilkan sekitar 350 lembar sirap. Persiapan pembuatan sirap kurang lebih membutuhkan waktu 1 bulan dengan beberapa fase dan spesialisasi pekerjaan kayu seperti pemotongan, pembentukan kurva, penghalusan dan pembuatan pasak.

Source UPACARA ADAT DI CIREBON Tradisi Ganti Atap Kabuyutan Trusmi
Comments
Loading...