Tradisi Dam Gong Kelurahan Ngantru Kabupaten Trenggalek

0 229

Tradisi Dam Gong Kelurahan Ngantru Kabupaten Trenggalek

Nyadran merupakan tradisi dari daerah Trenggalek yang biasanya diperingati pada Jum’at Kliwon bulan Selo atau bulan jawa. Nyadran biasanya dilakukan di daerah Bagong yaitu tepatnya Dam Bagong dan dihadiri ribuan orang dari Trenggalek sendiri maupun dari luar Trenggalek. Dam Bagong adalah dam pembagi aliran sungai Bagong yang biasa digunakan untuk mengairi persawahan di Kota Trenggalek. Pertama kali Dam Bagong dibangun oleh Adipati Menak Sopal yang juga merupakan pendiri cikal bakal kota Trenggalek.

  • Ritual upacara Nyadran diawali dengan tahlilan di samping makam Adipati Menak Sopal, dilanjutkan dengan ziarah makam yang diikuti oleh para pejabat daerah dan warga masyarakat. Sementara itu, di halaman sekitar komplek pemakaman disajikan hiburan tarian jaranan. Tarian kepahlawanan khas Trenggalek ini disajikan dengan penuh semangat, diiringi gamelan yang dinamis dan menghentak serta nyanyian dari pesinden yang jelita. Tarian ini sangat digemari karena identik dengan tarian magis yang bernuansa mistis. Tak jarang, para penari jaranan kesurupan saat menyajikan tarian ini.
  • Acara puncak yang paling ditunggu dalam ritual nyadran adalah pelemparan tumbal kepala kerbau atau larung. Dalam upacara Nyadran Dam Bagong ini dikorbankan seekor kerbau yang kemudian disembelih dan kepala, kulit beserta tulang-tulangnya dilempar ke sungai lalu diperebutkan oleh warga masyarakat sekitar. Tujuan ritual nyadran ini sebagai tolak balak, tidak hanya sebagai tolak balak upacara ini juga sebagai simbol agar kehidupan warga Trenggalek gemah ripah loh jinawi.
  • Adapun pelaksanaan tradisi upacara adat “Nyadran” ini oleh masyarakat Kelurahan Ngantru, sebagai ungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sebagai upaya untuk mengenang jasa Adipati Menak Sopal yang telah berjuang untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Trenggalek yang mayoritas sebagai petani. Dalam upacara tradisi nyadran diperlukan kerjasama atau gotong-royong warga masyarakat sekitar Kelurahan Ngantru.
  • Gotong-royong adalah sekumpulan orang yang bekerja sukarela untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang mereka anggap merupakan kepentingan bersama dan kepentingan umum. Dalam pelaksanaan kegiatan upacara tradisi nyadran peran serta masyarakat sangatlah diperlukan demi kelancaran acara tersebut. Khususnya para petani di daerah tersebut yang mengairi sawahnya dari Dam Bagong.
  • Mereka bergotong-royong dalam mempersiapkan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan saat memperingati upacara tradisi nyadran. Dengan bergotong-royong ini pula masyarakat bisa lebih akrab antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya sekaligus mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Oleh karena itu, peneliti mengangkat judul “Tradisi Nyadran Sebagai Wujud Pelestarian Nilai Gotong-royong Para Petani Di Dam Bagong Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek”.
Source Tradisi Dam Gong Kelurahan Ngantru Kabupaten Trenggalek Pusaka Jawatimuran
Comments
Loading...