budayajawa.id

Tradisi Cembengan Pabrik Gula Tasikmadu Sondokoro

0 14

Tradisi Cembengan Pabrik Gula Tasikmadu Sondokoro

Tradisi Cembengan bagi warga yang tinggal di sekitar pabrik gula, terutama wilayah Jogja dan Solo Raya, mengenal tradisi ini. Tradisi ini telah berlangsung sekian lama sebagai pertanda dimulainya musim giling tebu.

Di wilayah Solo Raya, warga di wilayah Kabupaten Karanganyar pastilah yang paling akrab dengan tradisi Cembengan atau upacara Cembengan atau selamatan giling tebu atau Grebeg Giling atau juga Kirab Temanten Tebu. Cembengan di Pabrik Gula Tasikmadu, Sondokoro, Karanganyar, rutin digelar untuk mengawali musim giling tebu setiap tahunnya yang biasa jatuh di bulan April atau Mei.

Upacara selamatan giling tebu semacam ditandai dengan Kirab Temanten Tebu (mempelai). Dimana tebu pilihan dari hasil petani rakyat dan dari pabrik gula dipertemukan dalam sebuah upacara “pernikahan”. Simbolisasi “pernikahan” tebu adalah bagian dari doa dan harapan atas kerjasama dan juga hasil panen yang baik yang telah berlangsung sejak berdirinya pabrik.

Prosesi Cembengan Pabrik Gula Tasikmadu diawali dengan pemilihan temanten tebu yang terdiri dari tebu temanten pria dan tebu temanten wanita. Dua pasang tebu ini nantinya akan diberi nama yang disesuaikan dengan pengharapan yang baik. Pada tahun 2013 ini, tebu temanten pria dinamai Bagus Guntur Madu sedangkan tebu perempuan dinamai Rara Sekarsari.

Tebu-tebu pilihan diarak menuju pabrik dengan iring-iringan pasukan. Berbagai sesaji diikut sertakan dalam prosesi tradisi Cembengan ini, seperti telur ayam, kembar mayang, tumpeng, jajanan pasar dan hasil bumi bahkan kepala kerbau.

Sesampainya di pabrik, tebu-tebu temanten tadi akan berakhir di mesin penggilingan. Prosesi itu pun menjadi akhir dari tradisi permohonan kepada Tuhan agar diberikan kelancaran selama proses penggilingan yang rutin digelar setiap tahun menjelang musim giling (April – Mei) tepat pada Jum’at Pon.

Tradisi Cembengan semakin ramai dengan digelarnya pasar malam didekat pabrik gula selama beberapa minggu bertepatan dengan pelaksanaan tradisi ini. Pelaksanaan tradisi ini biasa digelar selama dua hari yaitu puncak acara pada Jum’at pagi. Prosesi selamatan sebelumnya digelar pada Kamis sore.

Tradisi Cembengan dipercaya berasal dari frase dalam Bahasa China, Cing Bing, berarti berziarah sebelum melaksanakan tugas. Tradisi itu kemudian mengikutkan warga lokal yang juga bekerja di pabrik hingga kemudian bercampurlah budaya itu. Karena tidak terbiasa dengan penyebutan Cing Bing, maka warga lokal lebih mudah mengejanya dengan Cing-Bing-an hingga menjadi Cembengan.

Source http://chic-id.com/ http://chic-id.com/tradisi-cembengan-pabrik-gula-tasikmadu-sondokoro/
Comments
Loading...